Nulis Puisi

Melalui syair

Ada banyak kata dan cerita. Keduanya belum sempat kita nyatakan bersama. Berbenah kenangan yang menjadi abu. Kini tampaknya harum mu pun hanya menyisakan layu. Kosong sudah gua-gua yang menggemakan syair. Pada dunia, penghuni langit, dan perasaan yang tak bernyawa. Inilah hari dimana kita akan bertamasya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s