Nulis Puisi

Sekilas Serupa

Bahkan anak kembar pun, tentu ada bedanya. Misalnya perihal rasa suka.

Jika gerbang sekolah yang kutemui adalah laporan lalu lintas, jawaban nya gerbang sekolah pada setiap pagi hanyalah ramai lancar. Tidak pernah terlihat ramai hingga padat bertumbuh macet, tidak pernah pula ramai hingga para pedagang sedang bersiap diri untuk menjajalkan dagangannya. Yang terjadi hanya beberapa murid masuk satu persatu, menyimpan tas dikelasnya lalu keluar kelas mondar-mandir kesana-kemari. Menemui ibu kantin, ibu-bapa guru, memeluk kepala sekolah, dan kegiatan sehari-hari yang lebih dari kata sederhana. Ada yang berlari mengelilingi sekolah dan mengedipkan matanya setiap melintasi ku, rupanya ada kesengajaan yang terjadi.

Sekali pandangan saja, mungkin tidak ada perbedaan antara mereka dengan anak-anak seusianya. Ceria. Otaknya mungkin dihiasi dengan imajinasi yang luar biasa hebatnya, tingkah laku yang berkarakter akan tersirat setelah pandangan kali keberapa. Bukan kejanggalan, karena aku sangat rela mencintai mereka dengan segenap rasa yang ku punya. Hanya itu, tidak lebih.

Jaka namanya. Lagi-lagi melintasi ku. Entah kali keberapa. Tersenyum, mata nya mengedip beberapa kali lalu kaki nya segera berlari tanpa arah. Hanya berlari kesana kemari untuk melewati sosok ku disitu. Jaka memeluk dari belakang seorang pria berkumis, Pak Sardi namanya. Mengajak bercanda walau tanpa bicara. Pak Sardi dan Jaka bagaikan sahabat. Komunikasi nya melalui sebuah sentuhan dan tawa renyah. Pak Sardi bicara..

Jaka, seorang remaja yang sedang jatuh cinta.

Itulah jawaban senyuman Jaka. Maka setiap kali aku mengunjungi nya, kita bertegur sapa satu arah. Aku bicara banyak. Jaka berlari melintasi ku dengan tawa khas nya. Kadang kala, Ia mengintip di jendela saat aku sedang berada dalam ruangan penuh dengan teman-teman seperti dirinya. Sesak nya ruangan dan tingkah laku yang menimbulkan tawa salah satu akibatnya, aku mengabaikan pandangan Jaka. Bahkan ada banyak pertanyaan dan pernyataan dari anak-anak dengan penuh semangat. Tak terkira, terkadang bisa saja tak mampu menjawab. Tapi disisi lain, Jaka tetap tersenyum.

Mereka adalah anugrah.

Menyadarkan perihal hidup yang tak bisa ditebak dengan pasti. Tuhan suka memberi kita hadiah, kemudian kita mencari makna hadiah itu sendiri. Bagi yang suka menerka-nerka, dialah yang akan kebingungan lalu berujung luka. Maka tetap diam lah dan berpeluk janjiNya, yang pemberi nikmat dari mata terbuka hingga terlelap. Disimpan nya tempat terindah serta orang terkasih yang menyelami perjalanan hidup kita.

Manusia bisa saja lemah dalam fisik. Tapi selagi mereka mempunyai perasaan, siapa saja bisa jatuh cinta. Tak peduli apapun.

Kamu merasa hidupmu selalu beruntung? Mulai sekarang, cari lah sebuah hidup yang tidak pernah seberuntung dirimu. Di dalamnya, kamu akan menemukan jutaan keberuntungan secara besar.

4 thoughts on “Sekilas Serupa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s