Nulis Puisi

Rumah dan tetangga

Rumah gaduh. Di luar berisik tak terkira gunjang-ganjing tetangga ribut. Di dalam juga sama. Barang lempar sana lempar sini. Rumah tak tenang. Genteng sudah berasap hitam pekat. Lantai sudah berduri menyisa perih. Kaki dan kepala tidak ada komunikasi mencari arah. Kamu lihat apa sekarang? Tangan ku akan memukulmu jika kamu berani bicara. Rumah ini esok kosong. Rumah semut dan tikus berbicara bahasa mereka. Tetangga pulang kerumah masing-masing. Mereka sedang menerka-nerka. Pikirku, mereka mungkin calon neraka.

One thought on “Rumah dan tetangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s