Nulis Puisi

Pertama

Kamu adalah yang pertama
Menyisipkan pundi-pundi bertajuk cinta dalam surat bait utama
Kamu tidak menjadi yang kedua
Menelusuri setiap pijakan cerita yang hadir dalam sua
Kamu juga bukan yang ketiga
Mempelajari jarak agar tak mudah dijangkau dengan lega
Kamu penulis yang mampu menempatkan pembaca di angan nya
Bersama setiap malam, kamu lah yang tercatat
Bersama bertemu pagi, kamu lah yang diharap
Bersama lampiran suratmu yang terbalas berkali-kali
Tetaplah menjadi yang pertama

6 thoughts on “Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s