Nulis Puisi

Pemabuk

Kita bersama menjamah waktu
Membalas surat cinta yang menggebu
Menyapa pagi malam tanpa jemu

Kita bersama tertawa ditempat
Menggapai langit dengan sekali lompatan
Menyeringai tersipu malu mengingat kata yang melekat

Kita mabuk dalam rasa suka
Aku peminum pertama
Kamu pemilik cangkir rasa
Tuhan pemberi seteguk cinta
Maka, kita sempurna yang menggema

2 thoughts on “Pemabuk

  1. Yang masih khas dari Fasya (yang aku suka) adalah caranya menciptakan puisi. Kamu orang yang masih betah menulis puisi dengan memprioritaskan rima di abad mention kini. hehe.. *emoticon suka* Dan dari caraku membaca: kamu orang yang menuliskan puisi untuk tidak membuat pembaca bingung. Ya, cara orang menulis berbeda-beda karena kita lahir dari rahim yang beda. *lhohoho.. tadi niatnya ngeblog, eh kok ngegomentari* *sungkem dan pamit*

    assalamu’alaikum..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s