Nulis Puisi

Perjalanan manusia

Entah sudah berapa malam yang habis oleh sisa-sisa kenaifan. Diantaranya tercecer seperti debu yang bersarang di sudut jendela yang mengerak. Entah sudah kali keberapa kita dimanjakan dengan dunia yang penuh prasangka. Menuduh, dituduh, mengelabui, didustakan, dihina, dibuang, bahkan mati bersama tanah bermandi darah. Jejak bukan satu-satunya puing untuk mengenali masa lalu. Kita harus berani membuka mata untuk menuju fase hidup yang terus melaju. Jika ada yang tertinggal, setiap langkah ada di hati. Melanjutkan perjalanan atau menemui yang di belakang.

Kita semakin dewasa dalam berbicara. Pintar berkata-kata. Pintar mencari mangsa.

Entah sudah berapa pagi yang dilewatkan tanpa matahari. Mata tertutup menerobos cahaya, mencari mimpi yang bertabrakan dengan sumpah serapah yang mengeja dengan cepat. Diluar sana, sudah banyak manusia yang kita pilih di dunia ini. Sebagian dari mereka tidak tepat. Itulah salah satu alasan dari ketidaksempurnaan dunia.

Kita mencari hidup yang baik. Tidak hanya perasaan, tidak hanya pikiran, keduanya kita satukan.

3 thoughts on “Perjalanan manusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s