Nulis Puisi

Ruang bercerita

Ruang ini berdebu menghapus bisu
Meninggalkan jejak-jejak yang menghilang ditelan waktu
Sekarang, sudah pergi dalam kenangan satu persatu
Bahkan tak ada yang ingin tinggal seperti dulu

Ruang ini mungkin saja berhantu
Dipercayai manusia-manusia yang otak nya sempit memikirkan tabu
Jika sungguh ada, maka tak perlu menggebu-gebu
Mencari-cari hingga ajal menemuimu

Ruang ini pernah menjadi gelora cinta
Ada kotak jendela juga bahu pintu rusak karena usia
Cangkir-cangkir pernah beradu suara dengan kita
Menghangatkan badan untuk sisa malam berdua

Ruang ini di isi remaja dan orang dewasa
Mereka bergerumul memberikan percakapan juga tawa
Ada yang sendiri dibalut luka
Ada yang melirik dibalut suka

Aku percaya setiap ruang punya cerita, walau diam bergeming, sesekali ia berbicara pada waktu. Semuanya akan bertemu pada satu titik temu. Perpisahan.

Aku percaya setiap ruang punya cerita. Maka, aku terpanggil untuk menemui setiap ruang di dunia. Bertemu siapapun walau hanya dihitung oleh detik, bertemu dimanapun walau menatap tanpa sapa.

Aku percaya setiap manusia pernah menemui banyak ruang. Dalam keadaan hidup dengan sadar, hidup tanpa sadar, atau bahkan mati yang terbuang.

13 thoughts on “Ruang bercerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s