10 Day Blog Challenge

#day6 Five People Who Mean A Lot

1. Bapak. Beliau mengajarkan banyak hal tentang hidup, orang yang bisa diajak bertukar pikiran tentang hal-hal yang mau saya bicarakan. Bapak juga yang banyak mengingatkan tentang agama. Saat saya mengeluh tentang perkuliahan, Bapak lah yang setia mendengarkan dengan perhatian. Saat saya kepanasan – kehujanan, Bapak lah yang setia mengantar jemput saya. Ada banyak teman saya yang mengatakan bahwa ayahnya adalah ayah terhebat/terbaik/terkeren ataupun predikat lainnya, ya tentu saja akan ada banyak manusia yang mengatakan hal itu kepada ayahnya. Tidak ada saingan untuk mendapat predikat itu. Tapi buat saya, Bapak bukanlah orang yang seperti itu. Bapak tetap manusia, memiliki kekurangan dan kelebihan. Bapak mungkin bukan yang terbaik, tapi Bapak selalu berusaha menjadi lebih baik.

2. Mama. Beliau menurunkan jejak-jejak kepada saya untuk selalu rapi dan tertata. Ya secara tidak langsung, ajaran-ajaran atau perilaku dari Mama banyak yang membekas buat saya. Harus begini harus begitu. Buat saya Mama sangat berarti karena dari saya dikandung sampai saat ini, Mama lah orang yang merawat saya secara intens. Mama yang tau keseharian saya karena dari bangun tidur pun saya sudah mendengar teriakan Mama, sampai saya mau tidur pun saya masih mendengar suara Mama di lantai satu. Saya tau sekali, dibandingkan Bapak, Mama ini tipe yang galak dan keras. Tapi tidak selamanya demikian, Mama juga tipe orang yang cerewet dan heboh. Saya sulit menjelaskan karakter beliau dengan kata-kata, tapi yang jelas Mama sangat berarti di dalam kehidupan saya.

3. Emak. Emak ini adalah nenek, ibu dari Mama. Saya dekat dengan Emak, ada banyak hal yang saya suka ceritakan ke Emak. Sebaliknya, Emak pun sering bertanya tentang kehidupan saya. Yang paling sering Emak tanyakan adalah mengenai perkuliahan dan teman dekat. Emak tau beberapa orang yang pernah dekat dengan saya, menanyakan sosok nya seperti apa, baik atau tidak, kuliah atau kerja, suka dateng ngapelin atau engga, sukubangsa nya apa, dan masih banyak lagi. Terkadang Emak juga suka memberi beberapa nasihat kalau saya sedang bercerita. Saya sangat sayang sama Emak, beliau sabar dan penyayang. Semoga Emak sehat selalu dan panjang umur, saya pernah meminta sama Tuhan kalau saya masih ingin melihat Emak sampai saya menikah dan punya anak. Ingin sekali.

4. MHS. Cukup inisial nya aja. Ini adalah cinta pertama saya #ceileh, percayalah bahwa saya belum pernah bertemu langsung dengan orang ini. Perkenalan kita hanya via sms dan telfon, itupun dikenalin teman. Kita gak satu kota, saya di Bandung dia di Semarang. Kontakan kita waktu itu hanya via sms, telfon, dan surat-menyurat. Surat nya di isi puisi sama kiriman foto. Lucu sekali kalau saya ingat masa-masa itu (usia 14 tahun, SMP). Saya SMP, dia SMA. Kita niat ketemu waktu itu, dia mau study tour ke Bogor dan mau mampir Bandung ketemu saya. Tapi sebelum terjadi pertemuan itu, kita berdua jarang kontak-kontakan lagi. Entah karena kelamaan gak jelas hubungan nya, entah karena saya dan dia sibuk dengan orang lain di kota masing-masing. Sampai akhirnya kita beneran lost contact, dan sampai detik ini saya gak pernah berhubungan ataupun ketemu sama dia. Saya sempat mencari tahu tentang dia lewat media sosial yang ada, dia sekarang di Belanda melanjutkan S2 nya dan seperti nya sudah bertunangan. Pada awalnya saya merasa sedih karena pada akhirnya Tuhan tidak mempertemukan saya dengan cinta pertama saya, tapi di satu sisi saya harus ikut senang dan berbahagia karena dia sudah punya kehidupan yang bisa terbilang sukses di usia yang muda. Kenapa dia sangat berarti buat saya? Karena saya merasa, saat itu dengan dia lah saya merasa asik untuk berbicara mengenai mimpi-mimpi dan juga masa depan yang menyenangkan. Mimpi saya, mimpi dia. Mungkin saya dianggap berlebihan berbicara mengenai ini, MHS bisa menjadi salah satu orang yang berarti di hidup saya. Maksudnya bukan berarti sampai saat ini, tapi dia pernah berarti di hidup saya saat itu.

5. Dhany. Dia mantan terlama saya, sekitar 3,5 tahun dan kita hobi banget putus nyambung sampai akhirnya putus beneran gak pake disambung lagi. Mungkin saat ini Dhany udah nikah, saya gak tahu kabar terakhir tentang dia karena saya memutuskan untuk tidak lagi berhubungan walau hanya sms/nelfon tanya kabar. Bukan maksud mau bermusuhan, hanya saja saya takut berkelanjutan seperti dulu. Dhany pernah berarti buat saya, karena Dhany selalu ada disaat saya butuhkan, sering bantuin saya ngerjain tugas, suka nyanyiin saya sebelum tidur terus suaranya saya rekam hahaha, dan Dhany cukup sabar dan jarang sekali marah sama saya. Banyak hal yang saya pelajari dari Dhany, lebih banyak hal hidup tentunya. Dhany ini hidup sendiri, karena orangtua nya sudah meninggal, kakak nya ada tapi sudah menikah, dan Dhany membiayai hidupnya sendiri. Usia Dhany ini 6 – 7 tahun di atas saya. Ya, karena Dhany dan juga si MHS ini, saya lebih merasa nyaman dengan orang yang usia nya diatas saya. Pernah berhubungan sama yang seumur tapi ya gitu deh~ hehehe.

Segitu aja penjelasan tentang siapa saja lima orang yang sangat berarti di hidup saya. Mohon maaf sebelumnya, saya tidak ada niat atau tujuan untuk merusak atau mengganggu kehidupan dua orang di nomor 4 dan 5. Saya juga tahu bahwa kita semua sudah punya kehidupan masing-masing. Kesamaan nomor 1 sampai 5 adalah semuanya orang yang nyaman diajak berbicara menurut versi saya hehehe. Kalau kalian, siapa orang yang berarti nya? Tell me.

#10dayblogchallenge – #day6 – Five People Who Mean A Lot – Finish!

NB : saya mau tanya, ada yang tau gak apa yang dimaksud blog challenge ke 7 dan 8? Yang #day7 – four turn off’s, #day8 – three turn on’s. Kalau ada yang tau, kasih tau di kolom komentar ya. Thankyou🙂

20 thoughts on “#day6 Five People Who Mean A Lot

    1. Kamu gak masuk nominasi, lain kali coba lagi ya.
      Ih ngeartiin nya jangan kayanya dong, harus pasti. Aku anaknya gaksuka digantungin (?)

  1. Biasanya mantan itu dilupain, diinget2 yg jelek2nya aja biar gampang lupa
    Tapi bisa ngambil pelajaran dr mantan itu hebat banget🙂 *malah ikut2an ngomongin mantan*

    1. Iya, banyak orang yang seperti itu. Padahal semakin memaksakan dilupakan, semakin bikin kita ribet sendiri. Serta seburuk2nya mantan, dia adalah orang yang pernah deket sama kita.

  2. aku?

    kalau aku, ada. Seseorang yang bila aku dengar namanya, aku merinding. Ia membawa makna dalam hidup. Tapi,…

    *perlahan-lahan lagu Armada – Mau Dibawa Kemana berkumandang*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s