Nulis Puisi

Untuk Tuan – Puan (1)

Tuan penikmat alam dan puan penikmat coklat,
Sudahkah rasa kehilangan meracuni pikiran?
Disebutnya cinta, namun perpisahan adalah nyata
Disebutnya maaf, namun kesendirian adalah nyata
Salahkah bahwa keadaan yang membuat ini semakin mengular?
Didalamnya kita berdamai untuk belajar merelakan
Mencari keheningan didalam riuh
Mencari nama didalam ruang
Mencari jawaban didalam pertanyaan
Disebut apakah ini?
Perpisahan tuan – puan yang merelakan masing-masing perasaannya
Tak terduga dalam bayang

Tuan penikmat alam dan puan penikmat coklat,
Bagaimana saat tatapan terakhir penuh air mata?
Disebutnya kesedihan, namun perpisahan adalah nyata
Disebutnya tak rela, namun kepergian adalah nyata
Adakah disana tuhan menyiapkan tuan – puan yang lebih baik?
Untuk bersama kembali atau tetap dalam perpisahan
Untuk menikmati alam dan harum coklat kembali atau dalam pandangan dan gelas sendiri-sendiri

Untuk tuan – puan, dalam perasaan ditinggalkan

Bandung, akhir Maret 2015
#edisikangenpuisi

12 thoughts on “Untuk Tuan – Puan (1)

  1. Kalo aja aku lagi galau trus baca puisi ini, pasti bakalan mellow trus nggerong-nggerong ngga karuan, Syaaaa.. Ahahaha!๐Ÿ˜€

    Kok ya aku jadi kangen bikin puisi lagi yak. :’ Ketularan kayaknya nih :’

  2. Sudah lama tak membaca apalagi mendengar tuan puan…
    jadi inget waktu kecil dulu…
    sering dengerin sandiwara radio… ada kata2 spt itu๐Ÿ™‚

    Btw, puisinya manis๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s