Challenge Mingguan

Challenge Minggu Ke-2

“Apa itu takut? Apa yang membuat kamu paling takut? Gimana cara kamu menyikapi ketakutan kamu?” – Adzhani

DHEG! Pas dapet pertanyaan macam begitu, saya kaya lagi baca soal ujian bagian essay ; ditanya pengertian, jenis-jenis, dan contoh. Jangan pada bohong, pasti kamu-kamu pada nemu soal ujian essay macam begini hahaha. Oke, lanjut ke jawaban dari pertanyaan essay dari Adzhani.

Apa itu takut?

Tanpa melihat isi kamus, atau isi google. Sepengetahuan saya, takut adalah salah satu bentuk perasaan/emosi. Didalamnya terdapat sebuah kecemasan dan kekhawatiran. Begitu, mungkin.

Apa yang membuat kamu paling takut?

Ada banyak hal yang buat saya takut. Sebuah ketinggian bikin saya takut, sebuah kehilangan juga bikin saya takut, padahal kehilangan akan pasti hadir di hidup manusia tapi saya tetap ada ketakutan untuk menghadapinya. Jika ditulis satu persatu-satu mungkin kebanyakan, padahal takut itu sebuah kewajaran yang pasti dialami oleh manusia. Mau ujian terus takut gakbisa, wajar. Mau sidang terus takut gakbisa, wajar. Lalu apa yang bisa dibedakan takut dari satu orang dengan orang lain? Cara menghadapi dan menangani rasa takut tersebut. Dari hal tersebut, maka terlihat kadar rasa takut nya seperti apa. Bisa jadi cara saya dan cara kamu berbeda, ya tentu karena kadar rasa takut nya pun pasti berbeda. Berdasarkan pengalaman, lingkungan, dan banyak faktor lainnya yang mempengaruhi.

Dari sekian banyak yang membuat takut, saya paling takut sama Tuhan. Terus ada teman saya yang nanya, “kenapa harus takut sama Tuhan, harusnya dideketin dong jangan ditakutin?” begini jawabannya… saya takut karena cuma Tuhan yang bisa mengabulkan doa-doa saya, saya masih bergantung dan berharap denganNya, cuma Tuhan yang bisa menghidupan saya dan mematikan saya, saya takut agar saya bisa berhati-hati dalam bertindak. Saya takut karena saya segan, bukan karena ngeri, maka dari itu saya tetap dekati. Secara logika, takut dengan apapun memang kita jauhi. Tapi secara perasaan, hanya takut dengan Tuhan yang tidak mungkin kita jauhi. Begitulah.

Gimana cara kamu menyikapi ketakutan kamu?

Ada dua, menghindarinya dan menghadapinya. Tidak semua ketakutan saya hindari dan tidak semua ketakutan saya hadapi. Semuanya tergantung keadaan. Yang jelas, rasa takut pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya tentu akan berbeda kita menyikapinya. Jadi, yauda lanjutin aja hidupnya.

NB : Saya telat nulis challenge ini karena saya mesti berangkat ke suatu tempat minggu lalu, jadi tulisannya baru saya posting sekarang. Oh iya, dua minggu lalu, pertanyaan challenge mingguan diberikan oleh saya. Pertanyaannya : “apa yang akan kamu lakukan jika kita berempat berada di kotamu?” daaaaan jawabannya bisa dibaca disini : tulisan Adzhani, tulisan Gusti Fullah, tulisan Erdidik.

6 thoughts on “Challenge Minggu Ke-2

    1. Contohnya : saya takut sama ketinggian. Maka dari itu saya juga takut naik jembatan penyebrangan. Jadi kalau ada jembatan penyebrangan saya menghindarinya karena saya takut, jadi lebih baik saya nyebrang dibawah aja.

  1. Takut?
    Ada yang bilang kalo takut itu hanyalah pilihan.

    “Danger is real, fear is choice”

    – dikutip dari Will Smith, dalam film “After Earth”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s