Hari-Hari Fasya

Umrah 2015

Hallo semuanya..

Beberapa bulan yang lalu saya pernah nulis sedikit tentang keberangkatan  umrah saya yang ternyata batal karena visa nya telat keluar beberapa jam setelah jadwal take off. Saya ulas sedikit, waktu itu akhir bulan Desember 2014. Saya baru selesai forum skripsi dan belum sidang.

Pikiran saya saat mau pergi adalah semoga pas pulang saya keburu untuk revisi skripsi dan dapet izin dosen pembimbing untuk sidang. Perasaan saya saat mau pergi adalah senang bisa umrah bareng keluarga di usia segini. Persiapan saya saat mau pergi bisa dibilang minim, super minim. Baju, kerudung, dan lain lainnya bawa banyak dikoper. Padahal harusnya bawa seperlunya saja. Bahkan kerudung panjang syar’i pun saya gak niat beli karena mikirnya, yauda pake kerudung yang ada aja. Akhirnya kerudung warna warni yang ada di lemari, saya bawa. Doa-doa untuk umrah pun, gak ada yang saya hafal satupun. Walau memang dapet buku panduan, tapi untuk doa-doa pendek pun saya gak hafal. Jujur, memang gak ngafalin.

Singkat cerita, setelah batal itu, pihak travel tetap bertanggung jawab. Saya akui tanggung jawab dan loyalitas yang diberikan saat batal itu cukup baik. Alhamdulillah. Nah akhirnya keluarga saya cari waktu yang tepat untuk bisa pergi umrah lagi (masih di tempat travel yang sama). Setelah menunggu empat bulan dan pikiran saya tentang perkuliahan sudah musnah, dapatlah akhir bulan April 2015 untuk berangkat dan terlaksana.

Banyak sekali perbedaan saat saya akan berangkat bulan Desember dan April. Sekarang, pikiran saya dipenuhi dengan masalah ini itu, yang saya harap bisa ditenangkan dan dicurahkan secara langsung di tanah suci. Perasaan saya lebih lega karena saya pasrah akan semua hal yang terjadi nanti. Persiapan saya? Jangan ditanya lagi ini sih, saya beli kerudung panjang yang syar’i keliling-keliling kesana kemari cari yang sesuai dengan keinginan. Sampe-sampe pre-order segala. Bawa baju dan kerudung seperlunya, cuma bawa 3 warna biar gampang (hitam, abu-abu, dan biru dongker). Gak lagi bawa warna-warni hahaha aneh juga disana pake baju warna-warni cerah ceria. Disana banyaknya pakai baju hitam, putih, abu atau coklat. Untuk doa-doa untuk kegiatan disana pun saya hafalin. Doa-doa titipan teman dan saudara pun saya catat. Dulu, waktu bulan Desember kalau ada yang titip doa, saya iya-in tapi saya juga bilang lebih baik kalian aja yang berdoa langsung biar tanpa perantara. Seolah-olah saya gak iklas ngedoain mereka di tanah suci. Tapi sekarang, engga lagi. Saya catat puluhan doa dari siapa saja, saya bacakan saat saya thawaf atau selesai solat. Pikiran saya menjadi lebih terbuka, saya pikir gak ada salahnya untuk mendoakan mereka semua. Apalagi saya dikasih rezeki untuk ke tanah suci, bisa liat kabbah sebagai kiblat yang selama ini cuma bisa liat di google dan hanya tahu ada di arah barat. Kenapa saya harus menolak untuk mendoakan mereka. Padahal siapa tahu doa yang baik pun bisa menjadi doa untuk diri saya sendiri. Akhirnya saya mendoakan mereka dengan ikhlas, dan ternyata rasanya bahagia. Ada yang bilang, kita gak tahu ucapan doa siapa yang akan terkabul untuk diri kita. Mungkin saja doa kita sendiri, orang tua, teman, atau entah siapa. Menyenangkan bukan? Tuhan begitu baik mendengar dan mengabulkan dari ucapan siapapun, untuk siapapun.

Saya gak akan sharing secara detail bagaimana selama disana. Intinya selama disana semua dilancarkan dan dimudahkan. Madinnah begitu tenang, saya senang berada disana. Melihat pasar kaget yang beneran bikin kaget dan heboh (hanya bisa dilihat setelah solat lima waktu saja), melihat mesjid nabawi yang super menakjubkan desainnya, dan menikmati segala apapun yang ada. Mekkah begitu mengharukan, saya sedih melihat kabbah, solat di depannya, lari-larian untuk mendapatkan tempat solat, dan tentu saya pun menikmati segala apapun yang ada. Selebihnya, biar saja foto-foto ini yang menjelaskan.

Itu foto sengaja di collage soalnya pasti banyak banget momen selama disana. Foto terakhir itu full keluarga saya yang ibadah ke tanah suci. Lewat tulisan ini, mudah-mudahan bisa diambil makna nya. Bahwasanyaaaa… saat Desember saya batal umrah, ternyata memang Tuhan belum mengizinkan saya hadir di tanah suci. Tuhan belum ngundang saya saat itu. Karena apa? Dari diri saya nya pun masih belum ikhlas, masih kepikiran dunia (skripsi – sidang) yang waktu itu saya mikirnya ingin ngedoa disana biar lancar sidangnya (lagi-lagi tentang dunia), persiapan lainnya pun ternyata masih super minim dan menyalahkan pihak travel karena gak profesional ngurusin visa (padahal ini yang pertama setelah 10 tahun lebih mereka bisnis travel umrah). Setelah saya pulang umrah, saya bandingin perjalanan Desember dan April, ternyata semua gak semata-mata karena pihak travel salah. Saya sendirinya pun masih gak siap, ya pantas saja Tuhan belum mengizinkan saya kesana.

Jadi, percayalah kalau Tuhan punya pilihan terbaik untuk semua manusia. Ada alasan-alasanNya yang baru kita sadari yang ternyata mungkin belum saatnya. Mau kita maksa, menyalahkan orang lain, tapi kalau kita gak introspeksi ya sama aja bohong. Ini bukan semata-mata tentang perjalanan umrah, tapi untuk apapun. Semoga pengalaman saya bisa jadi pengingat untuk teman-teman.

Akhir kata, Alhamdulillah, untuk semuanya.
Semoga teman-teman bisa juga diundang ke tanah suci. Aamiin.

22 thoughts on “Umrah 2015

  1. Subhanallah, bagus banget mba masjid dan ornamennya. mudah-mudahan Allah juga memberi kesempatan kepada saya untuk berkunjung ke sana juga🙂

      1. oiya mba Aulia, penasaran yang foto di pasar itu pada jualan apa sih yang di deket ibu” pake pakaian item? #kecilbangetgambarnya hihihi😄

  2. kangennya sama tempat ini😦
    aku jd inget waktu umroh dulu, pokoknya yg bajunya paling warna warni pasti org Indonesia deh😀

  3. Alhamdulillah akhir nya berangkat juga yaaaa, banyak banget yg visa gagal dan travel nya malah ngak begitu mau ikut repot alias ngak bertanggung jawab #sedih

  4. Doa di kalimat terakhir aku amini banget :’ hihi

    Keren nih Mbak Fasya ya😀 sekarang namanya Fasya Aulia S.Psi. U.Mr (gelar yang aku bikin sendiri buat orang yang udah umroh ;p)

  5. Emang ya kalau mau umroh itu yang sering bikin batal karena visanya…..
    Tahun lalu juga waktu umroh saya sempat menunggu lama…. karena visa. Saya malah mikir… jangan jangan umrohnya batal… tapi alhamdulillah ternyata Allah berkehendak lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s