Hari-Hari Fasya

Satu Hari Untuk Selamanya

Hallo September! Semoga kabar baik untuk kalian semua.

Ini bukan tentang kulineran, tulisan kulineran akan dibahas setelah tulisan ini. Ditunggu ya, tapi gak tau kapan di post nya hehe. Hari ini saya mau mengingat satu hal yang terjadi di bulan Agustus kemarin. Bulan yang benar-benar padat, kerjaan diluar kota, banyak yang ngajak keluar, banyak ngeluarin uang, oh Tuhan, berikan saya keberkahan kapanpun dan dimanapun. Termasuk bulan Agustus lalu.

Tentang satu hari untuk selamanya.

Kalian tau? Perasaan senang akan benar-benar terasa hadir setelah kejadian, bukan saat kejadian. Ah mungkin perasaan apapun, bukan hanya senang.

Hari itu kota Bandung begitu panas, sama seperti hari ini ketika sebulan sudah berlalu dari hari yang menyenangkan. Satu hari dimana saya antusias mendengar semua yang diucapkannya. Satu hari dimana setelah saya bernyanyi dan menari, semangat saya muncul dimulai dari angka satu. Merangkak naik untuk menyembuhkan keterpurukan yang angka nya tinggi tapi tidak terlihat.

Hari itu saya bernyanyi apa yang disuka, begitupun dia. Hari itu saya mendengar cerita yang membuat saya kenyang tanpa makan, tapi tetap haus karena berbicara. Hari itu, bercerita punya antusias yang tinggi dimata saya.

Selamanya. Hari itu akan saya simpan dalam ingatan. Jadi salah satu hari yang baik dalam hidup, akan jadi kenangan yang bukan hanya manis tetapi manis sekali. Selamanya. Hari itu akan jadi satu waktu dimana setelah hari itu terlewati, ada banyak perasaan senang yang terlewati. Saya bisa percaya untuk bicara, saya bisa menangis untuk bercerita. Saya bisa menjadi diri sendiri.

Selamanya. Baik-baiklah dalam menjaga perasaan menyenangkan ini. Walau pada akhirnya, kapan saja Tuhan bisa mengambil apa saja dari hidup ini, termasuk orang-orang yang bisa saya ajak bicara banyak. Disitu ada kebahagiaan. Tuhan tau, tentu tau. Biar saja saya dan Tuhan bekerja sedemikian rupa.

Terimakasih untuk satu hari yang baik, terimakasih pernah menjadi pendengar yang baik dalam hari itu dan pembaca yang baik setelah hari itu. Terimakasih karena menjadi bagian kecil hidup saya yang akan saya ingat detail nya sambil menikmati sore. Terimakasih sudah bernyanyi bersama dalam keteduhan.

Kita bisa mengulang jika nanti ada hari lain yang disimpan Tuhan, atau kita bisa menghentikannya jika ternyata hari itu bukan punya kita.

Ditulis untuk teman yang baik, di satu hari untuk selamanya.

27 thoughts on “Satu Hari Untuk Selamanya

  1. Ho.oh… setubuh, kesenangan itu akan kita rasakan klo kita sudah melewatinya atau berupa bayangan yg akan dihadapi. So intinya bahagia di dunia mah ga nyata😀

    1. Buat saya bahagia di dunia termasuk nyata. Kalau cuma semu, kitanya gak menikmati hidup. Ya memang bahagia di akhirat lebih nyata, lebih abadi, tapi sebelum ke arah sana, sekarang kan kita menikmati bahagia di dunia. Jadi, ya beginilah~ hahaha

    1. Duh kamu dimana-mana komen nya nyangkain galau muluk, ubah deh pemikiran nya jangan kebanyakan makan kata-kata “galau, modus, php” dll huhuhu😦

      Kapan? Yaaaaaa, gak mau lah hahahahahahahahahahahahaha😛

  2. Dianya ini udah baca belum, Kak?

    “Perasaan senang akan benar-benar terasa hadir setelah kejadian, bukan saat kejadian.”
    Saat nginget momen-momen menyenangkan itu kan? Rasanya nggak pengin ngelupain. Jadi sesuai judul, satu hari menyenangkan itu akan terkenang selamanya. Eak. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s