Nulis Puisi

Kita Bukan Mereka by Fasya – Hery

Suatu waktu, saya dan teman blog bernama Hery menuliskan tentang “Kita Bukan Mereka” di twitter. Angka ganjil yang ada di sebelah kiri itu tulisan Hery, angka genap yang ada di sebelah kanan itu tulisan saya. Saya masukan ke kategori puisi di blog ini. Kalau kamu atau kalian mau memaknakan lainnya, diperbolehkan. Selamat membaca!🙂

1.
Kita bukan mereka
Kita hanya dua orang manusia yang tidak lagi saling menyapa
Tapi saling mencinta

2.
Kita bukan mereka
Mereka mencinta lewat mata
Kita mencinta lewat kata
Lalu, perpisahan adalah kertas yang dirobek manusia.

3.
Kita bukan mereka
Kita pernah sepakat
Kita pernah sejalan, berjalan beriringan
Tapi kita tak pernah bisa bergandengan

4.
Kita bukan mereka
Kita hanya duduk menunggu senja
Tak pernah benar nyata dalam cerita, walau malam sudah tiba

5.
Kita bukan mereka
Kita tidak pernah menyerah
Kita sudah berusaha
Tapi, bukankah semua keputusan ada padaNya?
Kita bisa apa?

6.
Kita bukan mereka
Kita memberi puisi pada kopi
Mereka meneguknya tanpa mengingat hari
Disana, asap bergumul menyambut lara

7.
Kita bukan mereka
Kita pernah berlarian dibawah hujan
Saling berbagi kebahagiaan, menghapus kesedihan
Meski, terpisah kemudian

8.
Kita bukan mereka
Kita membenci hujan karena kenang nya tak pernah selesai
Kemudian kemarau datang menemui rindu yang berdebu

9.
Kita bukan mereka
Rindu pernah menjadi candu
Pernah juga ada secuil cemburu
Bertemu, itu yang selalu aku mau.

10.
Kita bukan mereka
Dalam kata, tuhan sudah memberi ku rasa kantuk
Semoga kamu segera bertemu dengan rindu serta peluk

Nb : twitter kami bisa dilihat di -> @fasyaulia dan @apemcomall 

17 thoughts on “Kita Bukan Mereka by Fasya – Hery

  1. Kita bukan mereka
    Kita tidak pernah menyerah
    Kita sudah berusaha
    Tapi, bukankah semua keputusan ada padaNya?
    Kita bisa apa?

    kalimat yang ini nih gue bangeeett,,lah jadi baperr kannn😦 haha

  2. Kita bukan mereka.
    Kita cuma temenan.
    Plis, jangan baper.

    Anjir, ini kok malah begini?😄

    Ajarin gue merangkai aksara dong, Kak. :))
    Suka sama kalimat yang “Kita memberi puisi pada kopi. Mereka meneguknya tanpa mengingat hari”😀

  3. Puisinya asik lho Mbak Fasya😀 Jarang ada puisi yang asyik kalau ditulis berdua, setidaknya saya selalu sulit kalau bikin puisi berdua. Tapi puisi ini asyik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s