Dan Lain Lain · Hari-Hari Fasya

Enak-Gak-Enak Pacaran Sama Anak Psikologi (Part 2)

53836362
Anjay!

Baca dulu part 1 nya disini.

Jadi sebulan setelah artikel tentang 5 alasan kenapa pacaran sama anak psikologi gak enak, tim males banget dot kom bikin lanjutan nya tentang 5 alasan kenapa pacaran sama anak psikologi enak alias endes.

Sekarang kita baca apa aja alasan enaknya itu, gak lupa ditambah fakta dan opini saya :

1. Konsultasi Gratis

Kamu tahu gak biaya konseling itu berapa? Mahal brow. Untuk ngobrol sama psikolog soal kesehatan jiwa, kamu bisa ngerogoh kocek lebih dari ratusan ribu. Dengan memacari anak psikologi, kamu bisa menghemat pengeluaran kan? Juga, hidup kamu jadi lebih sehat karena dapet pencerahan dari anak psikologi yang ilmu soal kejiwaannya bejibun.

Menurut saya, gak begindang shaaay~ Soalnya ya pasti beda kalau mau konseling ke psikolog sama ke sarjana psikologi macem saya. Tapi buat dengerin cerita atau curhat terus udahnya makan di kafe apa sambil jalan-jalan, saya sih ayok banget! Bahahaha.

2. Good Listener

Ya namanya juga tugas para psikolog adalah menganalisa dan mendeteksi penyakit kejiwaan, tentu mereka harus bisa ngedengerin orang dengan detail. Maka, kalo kamu adalah tipe yang suka curhat, pas banget pacaran sama anak psikologi. Dia punya perhatian yang lebih. Kamu gak akan pernah ngeluh soal dicuekin deh.

Menurut saya, ho-oh! *sambil ngangguk lucuk*

3. Pendamping Masa Depan Yang Baik

Pengen punya istri yang bisa ngayomin anak? Pilihlah anak psikologi. Karena udah belajar di kuliah soal perkembangan jiwa manusia, pasti ketika punya anak, dia akan membimbing anaknya jadi anak yang patuh pada orang tua. Kamu dijamin gak nyesel punya pasangan anak psikologi.

Menurut saya, enggaaaak! Semua orang, laki atau perempuan punya kapasitas yang sama untuk bisa jadi orang tua yang baik. Gak melulu karena dia anak psikologi atau bukan. Gak melulu karena dia kuliah atau bukan. Lagian, punya anak yang terus-terusan patuh sama orang tua pun belum tentu bagus kok.

4. Jago Bahasa Inggris

Textbooknya tebel. Bahasa Inggris semua lagi. Gimana gak jago bahasa Inggris? Inilah keuntungan kalo kamu pacaran sama anak psikologi. Dia bisa ngebantu kamu kalo kesulitan mencerna film barat karena dialognya kamu gak ngerti. Kamu juga gak perlu takut nyasar kalo jalan-jalan ke luar negeri. Luar biasa kan.

Menurut saya, enggaaaak! Buktinya saya ndak bisa bahasa inggris. Walaupun kesusahan ngartiin jurnal bahasa inggris, saya cuma bermodal kan google translate yang harus dicerna lagi karena kalimatnya berantakan. Hiks.

Sisanya…………………………….. saya nyari buku bahasa indonesiaaaaaaah. Tapi buku psikologi yang tebel dan bahasa Inggris itu memang benar adanya kok, soalnya dosen-dosen suka pada bawa dan nyodorin pas dikelas. Buku-buku tebel itu ada beberapa yang udah terjemahan bahasa indonesia, ada juga yang belum. Ah saya mah melongo aja liatnya. Pokoknya selagi gak disuruh beli, buat saya aman sentosa!

5. Jarang Marah

Anak psikologi jarang marah. Anak psikologi gak sensian. Anak psikologi baik-baik. Anak psikologi suka bercanda. Anak psikologi bisa kok bedain mana yang harus diseriusin dan mana yang harus ditanggepin dengan santai.

Menurut saya, iya laaah saya kan emang jarang marah, gak sensian, baik, suka bertjanda, dan ngegemeshin. (mana ada!)

Gak kok teman-teman, anak psikologi sama aja kaya anak lain nya. Punya emosi senang, sedih, marah, kecewa, dan sebagainya. Balik lagi ke pribadi masing-masing aja tipe orangnya gimana. Kalau dituntut sabar ngehadepin subjek penelitian atau klien, mungkin iya. Tapi di luar itu semua, ya tentu sewajarnya sesuai pribadi mereka.

Jadi, itulah lima alasan kenapa pacaran sama anak psikologi enak versi males banget dot kom dan saya sendiri. Ya inti nya sih mau pacaran sama siapapun, gak usah dilihat latar belakang dia siapa dan apa. Lagi pula, mau dapetin siapapun pasti ada baik buruk nya kan? Ya selagi jenis kelamin nya beda, lanjut aja๐Ÿ˜›

6029428_20140613041525
Ebuset! Sumber

54 thoughts on “Enak-Gak-Enak Pacaran Sama Anak Psikologi (Part 2)

  1. Bersyukur pas gue curhat sama lu gratis ya, Teh. Hehehe. Hehe. He.

    Anak Manajemen juga belum tentu bisa me-manage waktu dengan baik. Gue contohnya nih. Masa pukul 12 lewat gini, masih blogwalking, bukannya tidur.๐Ÿ˜ฆ

    1. Loh, tagihan nya kan udah dikirimin Yog. Kapan dibayar?

      Ya berarti jurusan yang kita pilih, gak melulu membuat kita jadi selaras sama si jurusan ya. Pasti ada yang belum bisa kita aplikasikan.

      Ah sosoan blogwalking padahal lagi di bar kan tiap malem? wkwkwk

  2. jago psikotes!
    dulu aku mikirnya kalo lagi psikotes nyari kerja, wahhh enak banget ini anak psikologi….udah makanan sehari-hari lahh ni.

    padahal gak juga ya? atau iya?๐Ÿ˜€

    1. Enggak Kaaaaak hahaha. Walaupun ada yang udah belajar soal2 psikotest buat test kerja, tapi mereka ndak bisa ngebohongin hasilnya๐Ÿ˜›

      Kita ajak anak psikologi, tiap psikotest hasilnya gakan 100% selalu sama kok.

    1. Ngeselin yak hahaha kamu anak teknik juga bakal kalah Wi๐Ÿ˜›

      Asik sih… tapi banyak yang suka komplen cape dan komen “ngapain sih ih, harus gimana akunya, traktir makan dulu lah” hahaha :))))

    1. Wah sayangnya engga dikampus ku๐Ÿ˜ฆ gak tau kalau kampus lain.

      Tapi ada banyak training nya untuk grafologi. Harganya mayan laaaah seharga iphone wkwk :))

      1. kayaknya di kampusku di jrusan psikologi dibahas deh, katanya temenku sih begitu.

        di psikologi aku tertariknya ya graphology ngehehehehe

      2. Kalau di aku gak ada matkul nya, cuma dijelasin sekilas aja sama beberapa dosen.

        Iya aku juga tertarik tapi susah๐Ÿ˜ฆ aku gatau otak nya nyampe apa enggak wkwk

  3. Halo Mbak,
    Mau kasih masukan nih sebagai sesama lulusan psikologi. IMO, it is not wise to use the term orang gila to define one with psychological disorder (I refer to your meme in the opening article). I think one of our jobs as ones with more knowledge in human behavior, is to avoid such judging labels and instead, to educate people about psychological problems in a more understandable yet scientific way. Eventhough you may use it for jokes only (and I also think of the possibility of you getting the meme picture from other source), I think it will give such a bed impression to readers as they learn that you indeed have a psychological education background. Can you imagine how someone whose family member has a psychological disorder feels after reading that meme?๐Ÿ™‚

    Just a friendly reminder from a colleage.

    Cheers!

    1. Hallo Kak Fafa, dari Inggris ya Kak? Apa dari Indo? ๐Ÿ˜Š

      Sebelum baca part 2, baca part 1 dulu ya. Saya juga nulis disana tentang pelabelan yang gak boleh dilakukan oleh orang psikologi.

      Selanjutnya, itu meme bukan dari saya. Sumber nya udah tertera di gambar. Terus, saya juga udah ngejelasin di part 1 tentang apa yang kamu tulis pake bahasa enggres itu.

      Makasih ya udah mau baca dan komen. Salam kenal dulu lah sebelum komen hihihi ๐Ÿ˜

      Cheers ugaaaak Kakak ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ

  4. Halo Mbak,
    Mau kasih masukan nih sebagai sesama lulusan psikologi. IMO, it is not wise to use the term orang gila to define one with psychological disorder (I refer to your meme in the opening article). I think one of our jobs as ones with more knowledge in human behavior, is to avoid such judging labels and instead, to educate people about psychological problems in a more understandable yet scientific way. Eventhough you may use it for jokes only (and I also think of the possibility of you getting the meme picture from other source), I think it will give such a bed impression to readers as they learn that you indeed have a psychological education background. Can you imagine how someone whose family member has a psychological disorder feels after reading that meme?๐Ÿ™‚

    Just a friendly reminder from a colleage.

    Cheers!

  5. Wahh, poin 3 bagian 1 dan bagian 2 bertentangan nih.
    Jgn heran lah klo masih terjebak masa laluu๐Ÿ˜€
    Boro2 mau dijadiin poin 3 (bagian 2), klo masih ada poin 3 (bagian 1) hahaha

      1. Gak bertentangan sih, tp Susah aja klo pinter introgasii.
        Lolosnya susah. Biasanya cowok gugur ditahap itu. Hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s