Nulis Puisi

Perihal Kepergian by Fasya – Hery

Kataku,


Apa kabar bahagiamu? Adakah tamu yang berkunjung untuk menjadi tuan rumah baru? Menetap bukan menitip.


Tak ada bandara megah. Perpisahan hanyalah sebatas bayangmu depan rumah di kala petang, yang saat itu aku menutup mata.

-nya adalah cerita untuk dikenang, nanti. Saat minum kopi atau saat bangun pagi bersama yang (dirasa) tak akan pergi.


Kala rindu begitu menusuk. Bacalah puisi hingga tertidur. Temui aku, dalam surga yang sejenak menghitungmu mundur.


Ia begitu tergesa-gesa. Padahal, ada yang tertinggal dalam hati ; bagaimana cara melupakan yang begitu menyesakkan.


Tak akan lama, hati. Ini bukan kematian sehingga tak lagi bicara. Bertemu nanti, dalam peluk berhari-hari.

Adalah wewangianmu, yang rasanya sulit untuk melepas jauh. Adalah sebuah jarak, yang menghentikan wangi itu.


Segera pulang. Kembali duduk di ruang makan untuk ku sajikan makan malam. Atau adakah disana yang melakukannya?


Kota ini ditinggalkan kamu, si manusia bau matahari. Setiap hari berpeluk polusi. Hingga pergi dalam lari menyendiri.


Untukmu ku beri rindu. Disimpan dan dibuka suatu waktu saat perlu. Pakailah, karena perasaan begitu sering terlupakan.

Katamu,

-memang tidak bisa diperkirakan. Sementara atau selamanya bukan kita yang menentukan.


Sekarang, esok atau lusa tak ada orang yang mampu berbicara menjawabnya.


Percayalah, ini air mata bahagia. Bukan karena kami merana atau tidak rela.


Menyisakan kenangan, harapan yang tinggal angan dan setumpuk rindu yang tak berkesudahan.


Hari tak kan berhenti disini. Kami harus bersiap untuk melangkahkan kaki kembali, menyambut esok pagi


Mungkin sesekali kita bisa bertemu. Aku yang akan menjamu, di ruang semu. Mimpi.

-yang tak mampu dihindarkan, sejauh apapun kaki kami langkahkan, kami akan pulang. Bila waktunya nanti datang.


Kamu yang memilih meninggalkan. Tanpa memberikan alasan, kamu mantap berjalan ke depan.


Apakah aku diduakan? Atau kamu berfikir aku menduakan? Ah, sudahlah. Lupakan.


Aku hanya bisa menerka tanpa tahu mengapa. Aku hanya bisa mengira tanpa tahu sebabnya.


Tweet puisi tanggal 14 Februari 2016. Akun twitter kami bisa dilihat di -> @fasyaulia dan @apemcomall.

Tulisan puisi lainnya bareng Hery :
Kita Bukan Mereka
Cinta Memang Soal Rasa

Apa puisi pendek tentang #perihalkepergian versi kamu? Dan, kapan kita nulis bareng?


Nb : Bagiin hadiah untuk pembaca blog yang paling sering komentar. Baca disini ya infonya!

65 thoughts on “Perihal Kepergian by Fasya – Hery

  1. Ngikut:
    #perihalKepergian – Saat perasaan tidak lagi mau mengerti alasan apapun. Semuanya tampak seperti lelucon yang tidak masuk akal.

  2. Selalu bingung kalo berhadapan sama tulisan puisi gini harus komen apa. Takut malah ngerusak. :))
    Gue komen foto lo yang lucu itu aja deh ya! Muahahaha. \(w)/

  3. Aku benci kalo teh fasya nuis yang kaya begini.
    Karna Aku jadi jatuh hati.
    Sumpah gila si suka, apalagi yang :
    #perihalkepergian
    Untukmu ku beri rindu. Disimpan dan dibuka suatu waktu saat perlu. Pakailah, karena perasaan begitu sering terlupakan.

    Aaaaakk.

  4. Entahlah, padahal ini tentang kepergian, tapi gua bacanya sambil senyum senyum. Gak tau kenapa, gue juga bingung.

    Gue suka bahasanya yang ringan. Otak gue masih ngertilah. Dulu gue sering buat ginian. Gara gara baca ini gue kepengen buat lagi. 😦

    Nanti gue pengen buat soundcloud, gue boleh bacain ini boleh gak?

    1. Bagus dong daripada sambil mewek mewek hehehe lagian ini kan perihal kepergian nya gak semua tentang “benar-benar-pergi” yakan😀

      Boleh doooong, ditunggu di sonklod ya. Jangan lupa cantumin sumber nanti aku mau share jugaaaak~

  5. #perihalkepergian adalah sebuah keniscayaan jika sang pemilik hidup sudah berkenan. Tak bisa melawan tak ada penyangkalan

    Baru baca udah musti scroll down puanjaaaang

    Asli bikin mellow… Mana mendung lagi

  6. Perihal kepergian adalah banyak. Bisa untuk bekerja, berbelanja, berwisata, atau apa saja. Tapi aku selalu pergi untuk kembali. Karena kepergian memang sebuah bagian.

    Ngetik apa coba gue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s