Dan Lain Lain

Pertemuan Jerapah dan Lebah

Ada seekor jerapah mengunjungi kota rahasia. Disana tersimpan misi yang harus dilakukannya, sederet hitungan juga kalimat-kalimat yang tak biasa. Dalam kota tersebut, tinggalah seekor lebah yang dikenalnya. Maka, dalam dua hari – kurang dari dua puluh empat jam, Tuhan memberi garis pertemuan antara seekor jerapah dan seekor lebah.

Kota rahasia memang begitu teduh tanpa angan-angan. Terlebih, hujan sedang sering menghampiri. Memberikan petrichor yang wanginya seperti rindu malu-malu. Memberikan kenangan yang tidak segan untuk dibawa pulang berpeluk waktu.

Jerapah dan lebah bertemu di antara sisa-sisa hujan. Menyusuri jalanan kota menuju kandang jerapah yang ada di sudut kota rahasia. Lebah berkata lapar dan tentu jerapah juga – walau jerapah tidak mengakuinya. Mereka berdua ditemani angin malam menemui kekenyangan dan cerita-cerita baru.

Lebah segera terbang menuju kandang untuk tidur lebih cepat. Besok pagi, lebah harus membantu jerapah menyelesaikan sebuah misi. Berbeda dengan lebah yang akan tidur, jerapah sedang sibuk mencari cara untuk bangun pagi tanpa bantuan lebah. Hari itu, semesta berpihak pada mereka – dua makhluk yang diam-diam baru dipertemukan pencipta.

Pagi ini, kota rahasia punya dingin yang menusuk. Maka sebelum menjalankan misi, jerapah dan lebah memilih untuk bertemu matahari. Memintanya agar tetap hadir namun meneduhkan keduanya. Matahari pun sepakat – bukan karena lelah bekerja – bukan karena jerapah dan lebah. Tanpa diketahui, itu pun arahan pemilik matahari di hari itu.

Jerapah mulai menjalankan misi ; kotak berisi bentuk, angka-angka berantai, dan kata-kata tersembunyi. Diluar sana, lebah menunggu jerapah dengan perut lapar sambil terkantuk. Terbang hanya membuat kantuknya semakin larut karena dingin. Lebah memutuskan untuk tidur sejenak.

Misi terselesaikan dengan cepat tetapi jerapah gagal. Walau begitu, jerapah sudah berani memecahkan misi dan menemui lebah. Di luar, matahari yang sepakat dengan mereka memberikan hadiah dari temannya ; awan. Diberikan pada jerapah dan lebah, sepaket hujan lebat tanpa petir. Catatan awan, “gunakan waktu ini dengan bahagia”.

Berterimakasih (lagi) pada semesta, maka jerapah dan lebah menggunakan waktu untuk menunggu hujan sesuai catatan awan. Mereka membicarakan banyak hal. Gajah, lumba-lumba, dan istana putri duyung diceritakannya. Tebakan dan sulap ajaib dilakukannya. Nyanyian juga syair-syair manusia dilantunkan serasa lupa tentang waktu. Disana, matahari dan awan melaporkan pada pencipta bahwa tugasnya terselesaikan dengan begitu mudah.

Sekarang, hanya ada sisa-sisa hujan yang dirangkai menjadi penutup pertemuan jerapah dan lebah. Ada sebagian rasa yang mengucap “mengapa waktu begitu cepat?” tapi itu dikatakan pada pohon-pohon yang mereka lewati tanpa pernah diketahui burung-burung pemiliknya. Lebah tahu dia harus terbang lagi, jerapah tahu dia harus pergi karena ada yang menanti (lagi). Hari itu, lebah melepas kepulangan jerapah dari kota rahasia – jerapah melepas lebah terbang tanpa aba-aba. Keduanya punya kenangan masing-masing, keduanya berpeluk cerita dengan kota rahasia dan keduanya menunggu Tuhan untuk misi selanjutnya.

Disana, semesta menulis pada catatannya, “dalam diam mereka merindu” dan kota rahasia menyaksikan catatan semesta dengan membuat perjanjian baru dengan matahari, awan dan teman barunya : sebuah hutan di kota rahasia.

—————————-

Nb : Saya segera BW ke blog kalian! Eh, ini tulisan masuk ke kategori apa ya? Entahlah, moga kalian suka aja. Btw, nulis ini sambil dengerin lagu Sementara punya Float. Kalian ngisi komen dibawah sambil dengerin lagu juga gak?๐Ÿ˜€

71 thoughts on “Pertemuan Jerapah dan Lebah

  1. Masukin ke fabel aja. Tahu fabel kan? Ah kalau neng Fasya mah serba tahu atuh…
    Ini nulis komen sambil dengerin suara hiruk pikuk di percetakan depan rumah

  2. Mbak Fasy… Tolong, aku tidak paham… ;(
    Masukin kategori tulisan apa ya? Fabel kali ya?
    Iya nih lagi denger lagu Once – Symphoni Yang Indah. Ujan-ujan. Enak.

  3. Udah baca 2 X padahal, dan belum nemu intinya๐Ÿ˜ฆ
    Karna aku masih belum nemu intinya, jadi masukin category teka-teki aja ya Sya.๐Ÿ™‚
    Muehehehe

    Kalo aku sambil dengerin ceramahnya Anwar Zaid aja.

    1. Inti nya jerapah sama lebah ketemu. Udah gitu aja Kaaa hahaha.

      Kamu gimana ih dengerin ceramah sambil baca blog. Dengerin lagi biar fokus wkwk

  4. Apa misi gagal sang jerapah? apakah mencuri sarang lebah? tapi tidak mungkin, tak ada jerapah yang suka memadu *eh maksudnya memakan madu. Penasaran mbak

    Sambil dengerin Ora Minggir Tabrak – Kang Juki

  5. Ini… pertama kalinya blogwalking dengan post fabel. Selanjutnya bikin tulisan kategori pantun, nanti biar pertama kali blogwalking ke blog pantun.๐Ÿ˜€

    Sambil komen, nggak denger apa-apa. Cuma denger suara berisik di kepala yang berkata, “Buruan! Lu harus ke blog sendiri, tulis post baru.” Oke, sip~

  6. siapa si jerapah dan siapa si lebah, hayoooo?? dan dimanakah kota rahasia ini??
    hehehe *maaf komennya ngarang, karena saya gagal paham sama ceritanya* piss

  7. Baguuuus. Tulisannya apa ya, sederhana dan membumi. Sering-sering bikin beginian syaa. Suka guee. Ya meskipun gue gatau ada curhat terselubung atau enggak sih. \:p/

    Masukin ke cerpen aja kalo kata gue. Kalo fabel terlalu spesifik kayaknya. Hohoho.

  8. Aku mencium bau-bau curhat yang terselip di tulisan itu. Hoahahaaa

    Jerapah dan lebah bertemu, sesuai pesan dari awan, mereka bener-bener menggunakan waktu yang ada dengan hati bahagia.
    Tapi ya gitu, akhirnya mereka kembali ke tempatnya masing-masing.

    ” Dalam diam, mereka merindu ”
    HMMMM

      1. Beberapa pembaca di atas ada yang blum peka
        Tapi aku kan peka sya, ini semacam cerita terselubung liwat tokoh hewan kannnnn
        Ini sebenarnya kamu dan satunorang lagi yang pernah ketemuan di kota x kannnn
        Ahahhahahahha
        #bigos akuh

  9. Hmm aku dari awal baca semacam paham ini bukan fabel, ini bukan teka teki, tapi ini curhat terselubung.
    Ketika ada fasya dan si-apa bertemu, sebentar, di temani matahari, turun hujan, bau petrichor, ada kenangan, lalu berpisah.
    Hilang.
    Hanya mampu merindu, dari jauh. Tanpa mampu berkata, aku rindu kamu. Malu malu.

    Hebat.
    Nggak ngerti sih bener apa ngga, gue mah sotoy aja lah ya. Hahahahaha.

    Mereka berdua ditemani angin malam…. Nah disini bingung.. gimana kalo lebahnya kebawa angin ? terbang ? Padahal lebah kan kecil.. nanti kayak iklannya yang orang kurus di susu appeton weight gain gitu gak ya kak.. Terbang karna ke kurusan.
    E ini pertanyaan macam apa yaa.. Hahahaha

  10. aku nulis komen sambil dengerin tivi (iya dengerin). ini masuknya fiksi tapi gak tahu fiksi apa, prosa kayaknya deh, konfliknya tidak begitu diperlihatkan jadi bacanya santai aja.

      1. Butuh sosok yg lain untuk memahami diri, mbak๐Ÿ˜€
        Yg posting tulisan sulit dipahami kyk gini juga mngkin orgnya susah dimengerti. Wah, hati2 ni buat yg cowok hahhaa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s