Nulis Puisi

Lupa Hinggap Disini

Lupa hinggap disini
Bagaimana caranya menikmati sebongkah puisi
Lupa hinggap disini
Bagaimana menulis puisi begitu memikat hati

Rindu saja tidak cukup jika kamu berdiam diri
Aku begitu
Bilangnya rindu puisi, tapi tidak menulis
Aku malu
Pada pecinta kata-kata
Aku malu
Pada mereka yang senantiasa menjaga

Lupa hinggap disini
Setelah banyak hari penuh luka
Setelah kamu memunggungi lalu pergi

Lupa hinggap disini
Tapi tadi aku menangis
Mengenang beberapa puisi
Mengingat damainya, kukira halusinasi
Tapi tadi aku bahagia
Menemukan nikmatnya kata-kata
Mengembalikan air mata, kukira lupa

Lupa hinggap disini
Tak apa, ingatanku kembali
Untuk memeluk puisi-puisi

Januari 2017

——————————

Terimakasih untuk air mata hari ini, karenanya saya jadi ingat lagi akan sesuatu yang sudah dilupa. Juga, karena ; membaca puisi-puisi seorang teman dari Jokja – yang bagus, menyenangkan, tapi ternyata bikin saya nangis. Juga, disapa di media sosial oleh seorang teman dari Jakarta – yang dulu sering sekali nulis puisi bareng.

Ah, kenapa rindu, ingatan, dan tulisan begitu manis kalau disatukan?

16 thoughts on “Lupa Hinggap Disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s