Hari-Hari Fasya

Selamat Jalan, Jagoan…

Hai – hallo! Apa kabar dengan bulan Februari kalian? Semoga dalam keadaan baik, sehat, dan tentu aja bahagia. Aamiin. Kalau di antara kalian ada yang lagi merasa kehilangan atau berduka, jangan sedih sendirian, karena saya pun sedang merasa demikian. Bukan saya aja sih, saya dan keluarga lebih tepatnya.

Di pikiran saya, bulan Februari ini akan melahirkan kebahagiaan baruΒ  (kalau sesuai rencana) saya akan mendapatkan satu ponakan dari sahabat saya, satu ponakan dari sepupu saya, dan kehamilan anak kembar dari kakak saya yang akan menunjukkan jenis kelaminnya. Semuanya akan terjadi di pertengahan bulan Februari ini. Selain senang, sudah tentu saya antusias akan hal-hal tersebut.

Tanggal 14 Feb

Jam 17.00 – jadwal kakak saya check up ke dokter. Jam 19.00 – jadwal teman saya lahiran caesar. Mereka berdua berada di klinik yang sama dan dokter yang sama. Hari itu artinya saya akan dapat kabar baik dari keduanya. Tapi ternyata Tuhan punya kehendak lain, sepulang kakak saya dari dokter ternyata hasilnya diluar dugaan. Bayi kembarnya meninggal di kandungan dengan usia 6 bulan πŸ˜₯

Saya dan keluarga shock, sedih, bingung – saya merasa gak percaya karena masa-masa rawan kehamilan (1-4 bulan) sudah terlewati. Malam itu, saya dan keluarga langsung ke rumah sakit sesuai rujukan dokter – yang dimana saat itu dokternya udah masuk ruang operasi untuk lahiran temen saya.

Tanggal 15 Feb

Sejak masuk RS kemarin, kakak saya disarankan untuk melahirkan bayinya secara normal. Saya dan keluarga (awalnya) sepakat untuk meminta dokter agar dilakukan operasi caesar dikarenakan khawatir sama keadaan kakak saya. Kebayang gak sih, seseorang yang sedih, shock, mental dia berantakan sesaat dan dia harus mengeluarkan bayi secara normal yang keadaannya meninggal. Dua pula. Hiks rasanya saya dan keluarga gak tega.

Tapi, dokter memberikan informasi bahwa operasi caesar dianggap menyakiti ibunya – terlebih dengan keadaan bayi nya sudah tak bernyawa dan ini adalah anak pertama. Akhirnya saya dan keluarga pun mengerti alasan tersebut dan berharap kakak saya mampu melakukannya. Disaat kesedihan kehilangan anggota keluarga, saya pun mendapat kabar baik karena kemarin teman saya sudah melahirkan anaknya. Yaa, walaupun saya masih belum sempat menjenguknya, tapi saya tetap senang dengan ponakan baru dari teman saya.

Tanggal 16 Feb

Setelah menunggu hampir dua hari, nahan sedih dan sakit yang luar biasa, di induksi 3x (dirangsang agar si ibu mules), dan ditambah dimasukan induksi balon 1x (agar rahimnya kebuka) – akhirnya sekitar jam 01.00 malam, kakak saya melahirkan anak kembarnya – yang sudah tak bernyawa.

Paginya, jam 08.00 – saya dapat kabar kalau sepupu saya melahirkan anaknya secara caesar. Di jam yang sama, keluarga saya sedang berada di pemakaman untuk mengantarkan bayi kembar – yang tentu sudah jadi anggota keluarga – ke tempat terakhirnya. Lagi-lagi, di satu sisi saya sedang bersedih, tapi di satu sisi saya pun mendapatkan kabar baik dan senang karena lahiran sepupu saya lancar, serta saya nambah ponakan baru (lagi).

————————————————

Dalam tiga hari itu semua rasa campur aduk bertabrakan dihati dan pikiran saya. Senang, sedih, kaget, takut, capek, kurang tidur, semuanya ada. Tapi syukurlah sekarang semuanya sudah mulai mereda. Buat teman-teman yang mau tau lebih dari cerita ini atau mungkin ada beberapa pertanyaan yang mengganjal dari cerita pendek diatas, saya coba lengkapi dibawah sini ya.

Kenapa si bayi bisa meninggal, Fasy? Menurut dokter, air ketubannya kebanyakan, plasenta nya pun kurang bagus sehingga asupan gizi untuk kedua bayinya rebutan dan terhambat. Kenapa plasenta kurang bagus? Kenapa air ketubannya banyak? Saya juga gak paham, yang jelas mungkin ada banyak faktor. Faktor yang mana yang mempengaruhi kakak saya, saya gak tau.

Gimana keadaan kakak saya saat itu? Bukan keadaan fisik baik atau tidak baik nya ya. Tapi saat itu, bersyukur sekali kakak saya tidak terkena infeksi apapun dan tidak keracunan dari meninggalnya bayi – yang ternyata sudah meninggal sejak 2 mingguan yang lalu. (hiks sedih ngetik ini).

Waktu itu gak ada tanda-tanda apapun?Β Ada, yaitu bayi jarang sekali ada pergerakan di dalam perut. Tapi dikarenakan kakak saya berniat berpikir positif tanpa mengkhawatirkan apapun, jadi menganggap hal tersebut baik-baik saja. Padahal, bayi yang sudah 4 bulan keatas akan banyak memberikan gerakan – setiap waktu. Gitu kata ibu-ibu yang udah ngalaminnya. Selebihnya, gak ada tanda-tanda lain.

Apa jenis kelamin si bayi? Ini yang saya tunggu setelah kakak saya check up kehamilannya di bulan ini, tapi ternyata saya tahu nya ketika bayinya dilahirkan – di usia kandungan 6 bulan – tanpa nyawa. Kedua bayinya laki-laki.

Siapa nama bayi nya? Taufik Akbar dan Hidayah Akbar. Nama yang dipilih oleh Bapa saya, kakek dari kedua bayi tersebut. Semoga dengan kejadian ini menurunkan Taufik – Hidayah bagi kedua orang tua nya dan keluarga lainnya yang mengetahui perjalanan kehidupan si bayi selama ini. Kita percaya tidak ada suatu kejadian yang sia-sia, pasti Tuhan memberikan “sesuatu” yang lain dengan kejadian ini. Apa itu? Seiring berjalannya waktu, kita akan tahu.

Gimana proses pemakaman nya? Saya beragama islam dan menanyakan ke orang-orang yang insya Allah lebih paham dalam urusan agama. Bayi nya setelah lahir diberi nama, kemudian langsung dibersihkan dan dimandikan, kemudian dikafani. Tidak disolatkan karena masih dianggap suci dan bersih, jadi tidak disolatkan pun tidak apa-apa. Lalu, dimakam-kan di satu liang yang sama. (jika ada kesalahan, perbedaan, dan lain sebagainya mohon dimaafkan dan dimaklumi, trims)

Selamat jalan menuju surga-Nya ya jagoan, walau pertemuan pertama dan terakhir kita adalah pertemuan tanpa nyawa, walau saya belum sempat mengajarkan kalian panggilan “aunty incess” hahaha – tapi saya percaya bahwa ini adalah keputusan terbaik dari yang Maha Baik. Akan saya ajarkan panggilan “aunty incess” ke generasi selanjutnya, kalian selamat menikmati surga, ajak kedua orang tua kalian untuk sama-sama di surga, kelak.

Terimakasih buat teman-teman yang sudah membaca, juga yang sempat mendoakan bayi – juga kami sekeluarga. Sampai jumpa lagi ditulisan selanjutnya! Kuy ceria lagi kaya anak cheerleaders~

Advertisements

59 thoughts on “Selamat Jalan, Jagoan…

  1. Turut berduka cita ya mba Fasya. Semoga diberi ketabahan untuk sepupunya. πŸ™‚
    Btw cerita soal sepupu, malam selasa lalu juga sepupu gue lahiran. Doi niatnya mau lahiran normal di rmh gue, cuma nyokap ngerujuk karena kesehatan sepupu gue ga memungkinkan lahir normal, dan syukur alhamdulilah lancar.

      1. Wah iya setelah cek ulang ternyata kelewat sebaris itu gue mba. Haha maafkeun.
        Caesar jg mba, soalnya udah 1×24 jam, dan pembukaannya nya stak di 4, grafik partografnya jg statis (gila ya bakat jadi bidan ga sih gue? Haha). Klo normal, pasti dikobok sama nyokap mba hihi

  2. Turut berduka cita atas meninggalnya dua jagoan keponakanmu mbak 😒

    Kelak in syaa Allaah dipertemukan didalam surga. Aamiin 😊

  3. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka ya Sya.
    Aku mewek baca ini, lalu jadi takut. Manusia yg berencana, Allah yang berkehendak ya.
    Kondisi kakak gimana sekarang sya? Semoga nanti segera diganti dgn yg lebih baik.

    1. Mba Nanaaaa terimakasiiih, akupun yang liat proses selama 3 hari jadi takut masa 😭 hiks.

      Sekarang kakak lagi masa pemulihan pasca melahirkan mba. Sama kaya ibu2 yang lain abis melahirkan, gak boleh banyak gerak dll gitu.

      Aamiin ya doanya πŸ™

  4. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Fasya, turut berduka ya.. semoga the boys bertemu lagi dengan keluarga di Jannah kelak. Salam buat Kakakmu, semoga dikuatkan. ❀

  5. Innalillahi wa innailaihi rajiun..
    Persis dengan apa yang dialami tante saya ka. Meninggal dalam kandungan saat berumur 6 bulan. Alasannya juga karena air ketuban yang penuh dan plasentanya. Memang gejalanya kalau sudah jarang ada pergerakan berarti harus kritis bertanya. Yang semakin membuat pilu anak kakaknya kembar 😒

    1. Ya ampun sama persis ya. Betul Fadel, harus kritis ya, jangan merasa gakpapa terus menerus.

      Hiks betul, anak kembar ini bikin kebahagiaan baru buat 2 keluarga dan temen2, pokonya antusias lah. Tapi jalannya mesti gini, pasti udah terbaik dari Tuhan 😊 btw makasih ya Fadeeel

  6. innalillahi wa innailahi rajiun…
    turut berduka cita aunty inceess.. hiks. ikutan sedih. karena aku juga pernah ngalamin. Keponakan juga. Meninggal di dalam perut bundanya juga. anak pertama juga. meninggal sehari sebelum di lahirkan. jadi besok seharusnya bisa lahir, hari ini meninggal. ponakanku perempuan, Fasy. cantik, karena semua orang tubuhnya sudah lengkap jadi bisa dikenali. tapi ya gimana, umur gak melok duwe. Takdir Gusti berkata lain. duh jadi sedih kalo inget-inget. hehe
    kakakku dulu juga mengeluarkan bayinya normal. penyebabnya, karena 5cm dari pusar bayi, plasentanya terikat, simpul mati. jadi oksigen gak bisa masuk, makanan juga gak bisa masuk.
    Semoga kakak, kamu dan keluarga kuat Fasya. akan diganti sama Tuhan dengan yang lebih indah. percayalah. saya dapat dua keponakan baru yang endelnya sama kayak tantenya. hahahahaha

    1. Oenni (ala ala manggil kakak versi korea) HUAHAHAHA – akupun punya pengalaman yang samaaa, H-1 pas mau ngelahirin bayinya meninggal. Ponakan juga tapi dari sepupu. Sedih banget masa, udah beli banyak barang, udah siap ini itu semuanya, eh ya ampun meninggal. Hiks.

      Btw makasih ya doanya, aamiin aamiin. Dan makasih loh udah manggil aunty incess hahahahahahahaha aku nanti mau ngajarin ke ponakan ku nih, mereka harus bisa manggil gitu *maksa* πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      1. Hahahahahaha… ya ampun baru kali ini di panggil Oenni, biasanya dipanggil ahjumma. wkkkk
        iyaah… uda beli ini itu, uda siapin nama, udah bahagia duluan tapi…
        oohh.. ternyata suka yah di panggil aunty incess?? wkkk… yowes, aunty incess semangat terus! jangan menyerah! paksa mereka, sampai memanggilmu ‘auty incess’!! XD XD

  7. ……….KAK! :((
    Turut berduka cita sesungguh-sungguhnya. Aku inget banget cerita kamu di mobil. Aku kan mau ikutan dipanggil onty incess. :((

    Sampaikan salam untuk Kakak.
    Yang tabah yaaa. Tetap berdoa untuk selanjut-lanjutnya.

    Ya Allah sedih. :”

  8. Turut berduka Fasyyy, khususnya untuk kakakmu ya 😦 Jujur ku tak bisa berkata apapun selain deep condolences, semoga ke depannya mendapat pengganti si kembar.

    Dan turut bersuka cita juga untuk kedua temanmu πŸ™‚

  9. Turut berduka ya fasya n kluarga (khususnya buat kakaknya fasya), ngerti banget kehilangan anak (pernah ngalamin walo belum dalam wujud beby sik, tapi sama persis kehilangannya gimana). Semoga digantikan dengan yang terbaik, amiin
    Pokoknya kita sebisa mungkin jangan bersibuk ria dengan kenapanya bisa meninggal dan bla bla bla ya sya, karena dengan kehilangan aja udah beneran membuat luka sihh aaaih kok qu jadi mellow gini yes…salam sayang buat 2 dedek akbar
    N slamat juga buat keponakan barunya dari sepupu

    1. Mba Nitaaa makasih ya aamiin doanya. Iya betul, daripada sibuk mencari tau terus menerus kenapa2nya, memang harus ikhlas dan jalanin lagi kehidupan selanjutnya yang semoga lebih baik.

      Moga mba Nita juga dikasih ganti baby nya sama Allah ya 😊 aamiin

  10. Kalau nanti dapet ponakan dari aku mau dipanggil aunty incess juga gak? Hahaha!

    Dede kembar selamat jalan ya… Aku do’ain selalu yang terbaik untuk keluargamu, Cac. Semoga dede kembar bisa menjadi tabungan surga untuk kedua orang tuanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran, juga semoga nanti dapat gantinya dan disehatkan terus. Aamiin

    Love dari kembarannya aunty incess, aunty incess 2.0 ❀

  11. Tau banget ini aku rasanya kayak gimana. Nyokap melahirkan bayi yang udah meninggal. Dududuh. :’)
    Turut berduka ya, Sya. Inalillahi wainailaihi rojiun.

    Selamat jalan jagoan kembar! Aku yang namanya juga Akbar jadi sedih gini. 😦

  12. sedih membacanya … apalagi yang mengalaminya
    turut berduka cita …
    semoga kakaknya fasya diberikan ketabahan dan kekuatan serta mendapatkan ganti dari Allah swt dengan yang lebih baik … aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s