Cuma Opini

Keputusan Menikah

CIYE. NIKAH.

NIKAH. CIYE.

Beberapa hari lalu, ada obrolan pagi sama seorang temen perempuan, katanya “apa ya keputusan seseorang untuk menikah? apa ya alasan yang tepat ketika sadar bahwa dia adalah orangnya?” – sebut saja Giska, 25 tahun.

Saya belum menikah. Iya, belum. Mungkin besok atau lusa atau minggu depan atau bulan depan, ya mana saya tau kapan yakan. Kalau tau, saya infoin di tv-tv kesayangan kalian. Gak deng, bertjanda.

Keputusan seseorang untuk menikah tentu beda-beda.

Ada orang yang menikah karena merasa sudah siap secara lahir batin, gak ada lagi yang harus diragukan, dari segi pasangan, materi, mental dan lainnya.

Ada orang yang menikah karena perjodohan orang tua.

Ada orang yang menikah karena sudah hamil duluan.

Ada orang yang menikah karena materi semata, fisik semata, atau karena nyaman semata. Dimana hal-hal lainnya bukan diabaikan tapi dikesampingkan.

Ada banyak hal lainnya. Kita gak pernah tahu isi hati dan pikiran seseorang, termasuk perihal keputusan menikah.

Kemarin, saya nonton film, salah satu obrolan di film tersebut adalah perihal pernikahan. Katanya, seseorang memutuskan menikah karena lelah dan ingin menyelesaikannya. Iya, lelah dengan rutinitas pacaran, yang di isi dengan ngedate, ngambekan, baikan, anniversary, dan lain-lain yang dirasa menikah adalah keputusan yang baik karena akan menemukan hal-hal baru setelahnya.

owlsome-221-of-244-1478830052
Sumber gambar

Menurut saya, keputusan menikah dan sadar bahwa dia adalah ‘orangnya’ adalah suatu yang kompleks, yang menyatu.

Begitupun saya katakan ke Giska, bahwa sesuatu yang beralasan itu semakin dicari semakin sulit. Sama halnya ketika ditanya apa alasan kita jatuh cinta? (duh saya geli ngetik begini). Itupun sesuatu yang kompleks, menyatu. Saya gak bisa mencari-cari alasan kenapa saya bisa jatuh cinta, apakah karena fisik, karena pemikiran, atau apa. Semakin saya mencari alasan, semakin saya membuat-buat hal yang bisa saja keadaannya berubah.

Febri, 23 tahun – pun pernah bertanya “Apakah jatuh cinta butuh alasan?” – saya jawab dengan opini saya, dan tentu mengatakan “tidak”. Selanjutnya saya katakan, kalau kita jatuh cinta karena alasan, kalau suatu hari alasan itu hilang, akan kemana perginya jatuh cinta?

Lalu Febri sepakat. Katanya. Gatau kenyataannya.

Dengan jawaban demikian, saya pun semakin sadar bahwa Tuhan tidak pernah memiliki alasan untuk sayang pada kita semua. Semua disayang oleh-Nya, diberi hak kasih sayang yang sama.

Jatuh cinta, keputusan menikah, dan dia adalah ‘orangnya’ ini tidak bisa ditulis dengan alasan yang tercecer. Seperti yang saya katakan diatas, kompleks dan menyatu.

Saya akan memberikan banyak hal dan semua hal tersebut tidak bisa dipisahkan. Saya gak bisa bilang kalau saya jatuh cinta sama seseorang hanya karena dia baik. Perlu diingat, semua orang memang pada dasarnya baik (juga jahat). Saya juga gak bisa bilang keputusan menikah karena saya udah sreg sama seseorang.

Saya harus bilang bahwa keputusan menikah dan dia adalah ‘orangnya’ ini adalah kumpulan dari berbagai alasan. Karena sifat pasangan, karena kesiapan diri sendiri, karena usia, karena kecocokan dengan pasangan, karena keluarga dua belah pihak, karena keuangan yang dirasa akan cukup, karena ibadah untuk menyempurnakan agama, karena kenyamanan dan keamanan diri, karena teman-temannya yang akan menjadi teman kita juga, daaaan masih banyak hal lainnya.

Maksud saya kumpulan dari berbagai alasan adalah seperti hal-hal diatas.

Beberapa bulan lalu saya mengenal seseorang dan kita berdua berniat untuk menuju pernikahan. Jangan berpikiran jauh, ini baru sekedar niat. Mungkin Tuhan mencatat, tapi mungkin juga tidak berkehendak. Tapi yang mau saya bagi bukan kegagalannya karena kita tidak berjodoh, bukan. Saya mau berbagi ternyata ada banyak hal yang menjadi alasan untuk menjadi keputusan menikah.

Saya perlahan mengenal dia dan masa lalunya. Buat saya ini suatu keharusan karena walau kita merancang masa depan, tapi masa lalu adalah salah satu kunci menuju pintu berikutnya. Lalu mengenal keluarganya, pekerjaannya, keuangannya, teman-temannya, sifatnya, hobinya, kesukaannya dan semua hal tentangnya.

Gak selesai disitu.

Ada kalanya kita membicarakan hal-hal sebelum dan sesudah pernikahan. Tinggal dimana, pekerjaan yang dilakukan istri, lokasi pernikahan, dan lain sebagainya. Ditambah, kita dikenalkan aturan-aturan agama untuk menjadi suami istri yang soleh solehah seperti apa.

Tapi, walau kita tidak berjodoh, saya ikhlas dan masih menjalani hidup dengan semestinya, karena saya meminta sebaik-baiknya ke Tuhan, bukan ke orang tersebut.

Inti dari tulisan ini, walau ada seribu alasan mengenai keputusan menikah, tapi jadikan seribu alasan itu menjadi satu. Kalau tercecer, percayalah tidak akan pernah habis untuk memikirkan alasan yang tepat, karena di setiap alasan pasti ada kekurangan. Ada yang bilang, daripada sibuk mencari, lebih baik sibuk membenahi diri. Menurut saya, membenahi diri sudah kewajiban diri sendiri, sama seperti kita haus ya berarti harus minum.

Mudah-mudahan yang baca tulisan ini gak menganggap kalau menikah itu sulit dan membutuhkan waktu berpikir yang lama. Enggak gitu kok engga. Percayalah, sesungguhnya menikah itu mudah, syaratnya juga mudah, yang bikin sulit itu manusianya, yang bikin nikah mahal juga gengsi manusianya, hih pusing ya? Sama.

(nyuruh orang lain percayalah tapi yang nulis belum ngalamin, minta dihujat banget) HAHAHA MAAP.

Oke deh, kayanya tulisan ini bikin ngantuk. Mana gambarnya cuma sebiji. Terimakasih Giska dan Febri yang pernah memberikan pertanyaan di sela-sela pembicaraan. Pun, terimakasih yang udah bacaaaa!

NB : Silahkan komen kalau sudah membaca isi, bukan membaca judul.

Advertisements

100 thoughts on “Keputusan Menikah

  1. Syaaa aku (pas baca judul) mikirnya kamu mau bagi undangan dalem bentuk blogpost lho πŸ˜“πŸ˜“πŸ˜“

    Btw iya, membuat keputusan menikah (harusnya) mudah, cuma menurutku pada kenyataannya ga semudah itu. Huhu. Memang dasar manusia di Ata mah, apa-apa dibikin susah. *self toyor*

    1. TAAA! HAHAHA. Aku undang semua temen2 blog dong ya. Aku hebat sekaliii wkkk.

      Keputusan menikahnya mudah kok Ta, pelaksanaannya kagak tauuuk hahaha. Lagian mimpi ketemu ular aja belum nih! (masih aje dibahas, padahal yg mau nikah belum tentu mimpi itu) hahaha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

  2. Gagal menikah bukan berarti tidak cocok. Dan menuju pernikahan juga bukan berarti cocok. Semua penjabaran mbak Aulia sangat beralasan dan benar jangan tercecer. Tapi ada satu hal yang belum ditekankan oleh mbak Aulia. Waktu. Yang tidak cocok bisa menuju pernikahan karena waktu yang tepat. Yang sudah cocok satu sama lain gagal menikah karena waktu yang tidak tepat. *True story

    1. Suka Caac! Pokonya ngga melulu nikah itu karna cinta, tp menikah lalu bangun cinta, karna Allah tentunya, insyaa Allah lebih berasa :’) *padahalmah sy jg blm *sotoy *maapin

      1. Kegagalanmu juga, bkn ga berarti apa2. Pasti ada pelajaran, pengalaman, dan pemberian yg terbaik nantinya aamiin

      2. Semua hal dihidupku, aku jadiin pelajaran dan pengalaman kok. Aku gak pernah ngerasa hidup ini sia2 – seburuk apapun yg aku lakukan. Termasuk dengan kegagalan ini. Makasih doanya aamiin luvvv πŸ’•

  3. Lho mbak fasya kenapa nih kok gak jadi menikah? Penasaran sama seseorang yang dimaksud.

    Klo saya sendiri sih sudah siap nikah. Masalahnya yg saya pikirkan itu calon istri saya apa siap nikah dengan orang seperti saya. Jujur saja, saya agak minder dan merasa hanya orang2 tertentu saja yang akan memaklumi kelakuan saya ha ha ha……

    1. Karena tidak berjodoh mas… Hahaha, Allah berkehendak lain 😊

      Wah iya, aku juga sulit nemuin orang yang memaklumi kelakuanku yang amburadul ini hahaha. Semoga mas shiqa segera menemukan orang yg tepat yaaak! Ku doakan πŸ™

  4. Lho mbak fasya kenapa nih kok gak jadi menikah? Penasaran sama seseorang yang dimaksud.

    Klo saya sendiri sih sudah siap nikah. Masalahnya yg saya pikirkan itu calon istri saya apa siap nikah dengan orang seperti saya. Jujur saja, saya agak minder dan merasa hanya orang2 tertentu saja yang akan memaklumi kelakuan saya ha ha ha……

  5. Begitu kelar baca isinya, langsung throw back sendiri. Dan mikir “apa ya dulu alasan saya menikah?” Dan skg gak dapet jawaban apa-apa selain as simply as he’s the one. Kalo kata orang, “when you meet the right one, you just know.”
    Dan sekiranya Allah & semesta pasti akan membantu kita. Not to find/ search the answer. But to follow His path that leads to our destiny πŸ™‚

    Keep writting, Ca! *p.s = Jadi mau aktifin blog usangku lagi deh. Hihi

    Cheers,
    Fels

    1. Karena memang sebenernya gak ada jawaban yang tepat ya Fels, dari alasan yang banyak itu menjadikan satu jawaban dan jawabannya “ya pokonya ini orangnya!” sekian. Yakan hahaha.

      Ayo atuh ngeblog lagi hehehe, btw makasih ya udah mau mampir baca dan komen. Jadi seneng 😁

  6. Hahah proses kita hampir mirip. Kesimpulanku sejauh ini, “ga semua cem-ceman kita yg kita sukai itu mau nikah sama kita. Mereka punya hak 100% memilih atau menolak.” Fungsi kita adalah terus ikhtiar mencari dan memperbaiki diri dalam doa dan tawakkal pada Allah. InsyaAllah segera akan terwujud dan tentu saja lebih baik. Aamiin..

  7. Untuk setiap keraguan, hadapilah dengan keberanian.
    Untuk setiap pertanyaan, mungkin tak kan pernah mendapat jawaban.
    Untuk setiap keputusan, pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa.

    It is just life isn’t it? πŸ˜€

  8. Gpp sist batal nikah is not the end of the world. Pengalaman gue ditinggal nikah 2x karena doi dijodohin HAHAHA padahal udah ngomongin rencana kemana-mana. Jujur ya sakit tapi mau diapain, udah bagus pisah karena keadaan bukan karena diselingkuhin atau diutangin, ya gak πŸ˜›

    Tapi emang musti diikhlasin Fas, puji Tuhan ini move-on tercepat dalam sejarah hidup gue kayaknya. Gak nyampe seminggu. Life must go on, doesn’t it πŸ™‚

    1. Hahahaha GE! Udah bagus pisah karena keadaan bukan karena diselingkuhin atau diutangin wkkk pemikiran gahar darimana tuuuuh geee? Kebayang kalau ada yg putus tapi masih tersisa hutang2 ya ampuuun wkkk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Gila seminggu move on? Mantap nian memang Gege mah, panutan kaula muda! πŸ‘

    1. Hadirnya aja tanpa alasan, kenapa pas pergi minta alasan? Hahaha bertjanda.

      Sebenernya hadir dan pergi kan tentu ada alasannya… Tapi… Nyatu. Gak cuma karena satu hal dua hal aja, gak tercecer.

  9. Sederhana. Alasan menikah karena ingin “menimba sumur”. Kebijakan-kebijakan lain yang tumbuh setelah menikah itu urusan lain. Heuheu.

  10. Harus diteliti lebih mendalam nih , . . Jadi riset/thesis ide brilian juga nih mbak. Haha, duh saya belum menikah, kalo udah saya kasih tau juga mba alasannya

  11. Hahaaaaaa mbak syaaa, mbak syaaaa. Aku beneran sepakat kalek kalau cinta itu ngga ada alasanny ._. Tiap kali ditanyaaa ‘kenapa kamu cinta aku’ gitu (njer, jijik juga ya nulisnya) aku suka bingung ngejawab karena yaa, ga ada alasan spesifik ._. Wkwkw

    Terus itu, anu. Menikah emang bener butuh persiapan sih, tapi nggak sulit. Gampang. Dan bener, manusianya yang terkesan menyulitkan. Wkwkw

    Jadi, sekarang aku agak sedikit malas kalau uda ditanya masalah nikah, nikah, dan nikah. Yasudalahyaaaa, semua ada waktunyaaaa. Kita berdoa dan berharap sama yang maha kuasa sadjaaa

    1. Gak ada alasan spesifik. Tul deq Febri sang penanya kita hahaha.

      Aku gak males sih ditanya nikah, karena jawabanku tetep sama “doain aja” tapi yang kesel adalah respon orang2 seolah2 “yaelaaah” ffftt.

      Mari berdoa ya moga kita semua mendapatkan yg terbaikkks!

  12. Dari pertama baca ingin komen tapi ndak jadi-jadi mulu πŸ˜†

    Keputusan untuk menikah versi aku, gak tau, karena udah nemu “click” aja gitu, jadi ngerasa “ini nih orangnya!”. Terlebih banyak unexpected things that ever happened between us, long time ago before we knew each other. Terus pas diketemuin sekarang dan bahas hal itu teh kayak jadi mikir “kok bisa gitu ya kita” jadi gemas sendiri haha.

    Minta do’anya saja, semoga jalan menuju pernikahan ini dilancarkan selalu sama Allah, aamiin πŸ™πŸ» bener ya, manusianya sih yang bikin jadi ribet πŸ˜‚

    Ku juga do’akan selalu untukmu Cac, semoga segera bertemu dengan orang yang memang ditakdirkan buat kamu oleh Allah. Aamiin.

    Lah, panjang ternyata komennya. Ndak apa ya. Luv ❀️

    1. Emang sebenernya “click” itu gak ada jawabannya kan, jawabannya ya kompleks, gak spesifik.

      Aamiin doanya, buat aku, buat kamu juga, buat semuanya. GAKPAPA PANJANG KOMENNYA, KAYA YANG BARU SEKALI KOMEN PANJANG AJA LAU. Wqwq.

      Luv πŸ’•πŸ’•

  13. Seketika jadi mikir kenapa aku mau nikah sama stranger yg lgsg ngajak nikah via telegram. Tapi ya itu cac kompleks emang. Dan sblum aku lgsg bisa taaruf pun emang ngerasain gagal taaruf dulu ama yg laen. Tapi ternyata kegagalan sebelumnya malah ngebukain pintu untuk yg sekarang jadi suami. Hahaha dan kalo minta dijelasin.. ya bingung aja kenapa mau ya secepat itu dan lgsg nikah? Ya itu dia. Only God knows πŸ˜†

    Semangat caaaaaacπŸ’•
    Janji Allah ga pernah bohong

    1. Hihihi semua orang harus ngerasain gagal dulu dalam beberapa hal, tapi kegagalan itu bukan berarti tanpa arti yakan.

      Ahiw stranger atau siapapun, kalau udah ngerasa sreg mah pasti hati ngikut okeh ya Nis. Allah yang mha menggerakan hati.

      Thankyou Nicaaa dah main ke blog ku dan komen πŸ™β€

  14. Temanya berat yak mbak.. hehe.

    Bener. Jatuh cinta, keputusan dan yakin dialah orangnya memang kompleks dan menyatu. Kekompleksan yang bener-bener kompleks.

    Nikahnya mudah, manusianya, gengsinya gede. Kadang nambah berat aja itu.😣

      1. Iya. Berat. Sebenarnya selain rindu itu berat, ada dosa manusia yang lebih berat.. 😒
        Semoga Tuhan memudahkan jodoh kita.. πŸ™

  15. Sya, saya sudah membaca isi, dan pastinya membaca judul, walaupun sudah membaca isi saya tetap bertanya “kamu kapan sya memutuskan untuk mmenikaah?” πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

  16. Aku dulu mau nikah kenapa ya sya? Sek sek kuinget inget dulu *laaahhh*

    Gpp Sya, menikahlah ketika bertemu dengan the right person dan udah bunyi ‘klik’. Jangan nikah karena fanas temlen penuh foto lamaran Hamish-Raisa πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    1. Mba Nanaaaaa atuhlah ngakak, Alhamdulillah gak panas karena Hamish Raisa. Palingan panas liat Ringgo – Sabai ft Bjorka! Wkkk lucu amat keluarga onoooh ya ampon

  17. daaaaaaan saya masih menganggap pernikahan itu tidak mudah. menikah itu sama seperti memasuki pintu penuh masalah dan menikah itu tidak seindah drama korea. ahahahahahaha…
    eh tapi saya masih kepengen nikah lohh…
    tapi masih suka juga idup jomblo…
    tapi pengen nikah kalo jablay menyerang….
    tapi enakan jomblo bisa bebas
    tapi..
    tapi,,
    tapi..
    ah sudah lahhh…. aku mau nonton drakor lagi XD
    #efekterlalulamasendiri πŸ˜›

    1. Semua pintu yang baru pasti ada masalahnya kok sist. Tapi itu alasan jablay menyerang napa dibawa2 astagaaah ngakaaak woy ah! Hahaha.

      Lagi nonton drakor apaaa? Bisikin kalik ihhhh 😝😝😝

      1. iyaaa.. tapi pintu yg namanya pernikahan itu isinya masalah tok sist. hehehehehehehehe… tapi “enaknya” pintu pernikahan itu yah nikmat bgt sist… hehehehehe

        eh, sekarang drakornya unyuk-unyuk loh sist… cinta2an unyuk gitu.,.. ada Suspicious partner, fight for my wa. apaan lagi yah?

  18. Wanjir, Febri mempertanyakan cinta pakai alasan apa nggak. Uhuy.

    Ya, keputusan buat menikah emang kompleks. Betul itu. Ada beberapa hal yang tersusun kemudian jadi kesimpulan, “Nah, udah mantep nih buat nikah.” Halah.

    Soal gengsi untuk perayaannya emang ribet banget, sih. Belum foto prawed yang bagus, terus nanti mau di gedung mana, dan kudu nyewa dangdut apalagi tuh. Aduhlah. XD

    1. Hahaha Febri kalau lagi dimabuk cinta emang gitu Yogsss wkkk

      Tulnget, mau dijajarin alasannya satu2 gak akan pernah selesai. Jadi pusing mikirin alasan, meningan rasain aja klik apa engga nya.

      Yooogs! Paketan foto buat nikahan standarnya 10-20 jeti, gileeeeek gaaak? Ada sih yg dibawah itu juga, cari aja ubek2 vendor hahaha.

      Eh eh, gak harus prewed pun gakpapa kok sebenernya. Dan itu dangdut aelah gakusah ada ih nanti malah ada saweran dadakan wkkk

  19. Dari seluruh isi postnya, aku malah tertarik ke si sama-sama niat menikah tapi tidak berjodoh. Itu gimana kafasy kok bisa, kok gitu, kok ga terlihat galau, kok bisa move on, kok bisa :((

    1. Hahahaha Audris! :))

      Yaaa bisa gak berjodoh, karena Allah yang berkehendak. Gak terlihat galau karena aku gak biasa nunjukkinnya wkkk. Move on mah karena ikhlas aja, dia datang ke hidup aku karena Allah, gak berjodoh pun pasti jalannya Allah, yoweees aku terima dengan lapang dada *puter lagu sheila on 7* hahahaha

  20. Jadi baper bacanya. Kalo kata orang2 yang ta’aruf, menikah itu nggak sulit. Tapi ah sudahlah… ntar puasa2 jadi pengen cuci muka melulu gegara baper πŸ˜€

  21. Walaaah cape ni scroll komennya, Sya. Banyak bener hahaha

    Fasya ngomongin nikah, euy! Hahahaa
    Btw, aku setuju sama apa yg kamu tulis di sini. Ada banyak hal-hal yang harus dipertimbangkan dgn matang sebelum memutuskan, ‘wah ini dia orangnya nih.’ kemudian menikah.
    Jujur aja, sampe skrg aku msh takut untuk menikah. Huhuuu

    1. WULAAAAN MAAPIN, capek ya? Aku harus ngelus2 tangan kamu yang capek scroll gak? Hahahaha

      Waaaa ternyata Wulan takut nikah, tenang nanti juga pikiran takutnya hilang kok terus jadi ngebet πŸ˜›

  22. Tulisannya matang banget kak haha. Manggut2 terus akunyah. Dan banyak setujunya sama isi tulisan ini…

    aku juga mikir gitu. Kadang keputusan jatuh cinta terjadi gitu aja. Nggak pernah terpikirkan. Oke kalau ada faktor fisik. Oke ada faktor kepribadian. Tapi sesungguhnya lebih kompleks daripada itu. Semua udah dijelasin gamblang sama kak Fasya haha. Btw momen2 pas nemu dia “orangnya” membahagiakan banget yak πŸ˜‚

    1. Berarti aku udah mateng dan siap dipetik gak nih? (berasa buah) hahaha.

      Momen udah ngerasa nemu “orangnya” tapi gak jodoh, itu gak membahagiakan Fadel HAHAHA, tapi… tidak ada yang sia2 πŸ˜€

  23. Apaaa fasya nikaah?
    Itu yang ada di benak waktu baca judul, hehe.
    Pas baca di awal, ‘oke ini fasya’. Pas masuk ke sesi curhat, waduh serius mau nikah. Tapi ada gak jadinya. Haha. Aku batal jadi fans yang tersakiti karena ditinggal nikah sama idola. Hahaha. Jangan dianggap serius. Hahaha, masih ketawa. Hahaha.

  24. Aku dulu awalnya pengen nikah karena dah ga mau pacar2an lagi.. Tp ga langsung ktemu yg mau ngajak nikah sih hehehe..
    Setelah nyaman jd jomblo tetiba jodoh dtg.alasan nerima brmodal yakin aja walau blm cinta2 bgt hehe..

  25. dulu pas mau lulus kuliah pengen bgt nikah muda eh tp blm ada yg ngajakin. sekarang udah woles dan pengen menikmati kesendirian malah ada yg ngajakin~
    etapi akunya blm ngerasa sreg πŸ˜₯
    kadang aku masih bertanya2 yg bikin klik itu yg kayak gimana πŸ˜‚
    sungguh misterius ya teh wkwk

  26. Bicara tentang menikah menurut saya itu misteri banget, tapi ketika saat yang udah Allah tentukan, tiba-tiba ada keyakinan yang entah darimana datangnya. Aku pernah dekat sama seseorang sampai 5 tahun (ga pacaran sih cuma dekat), lalu tiba-tiba menikah sama orang dari entah berantah yang datang langsung untuk tujuan menikah.
    Pertimbangan besarnya ada di istikhoroh sih, ditambah sama kepo sana sini tentang sifatnya. Tapi udah aja sebenernya nggak kenal, bahkan gatau segi materinya bagaimana (ga nanya juga), tapi ternyata ketika udah menikah… ternyata benar, nggak perlu ada cinta di awal karena insyallah kalo prosesnya bener dikasihnya juga yang pas πŸ˜€
    #lalupanjang #jaditausiyah #byebye #semogakakfasyasegeradipertemukan #diwaktuyangtepat

    1. ASTAGA KOK AKU BARU BACA KOMEN INI SIH HAHAHA MAAP YA TELAT BALES. Rame deh komennya panjang dan seru. Lagi dong lagiii *kok ngelunjak* πŸ˜€

      Btw, hastag nya makasih ya, AAMIIN…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s