Tentang Psikologi

5 Drama Korea Genre Psikologi

HAMPIR LUPA! Kalau blog ini punya kategori “Tentang Psikologi” – yang rencananya bakal rutin diisi bukan dengan tema psikologi yang berat-berat. Sebenernya beberapa draft udah disiapin dari lama. Tapi judulnya doang HAHAHA.

Nah hari ini mau nyoba posting perihal 5 drama korea (drakor) bergenre psikologi. Barangkali temen-temen ada yang suka drakor ataupun gak suka tapi penasaran sama genre ini, bolehlah ditonton silahkeun.

Fyi nih fyi, tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi saya yang udah nonton kelima drakor ini. Kalau temen-temen iseng untuk googling, tentu ada artikel yang ngasih tau judul drakor lainnya yang bertema psikologi, tapi… sayangnya yang udah saya tonton baru kelima judul ini dan rata-rata isi artikel yang muncul kok tulisannya sama semua. Hiks, copas ae gengs.

Oiya, di tulisan ini tidak akan tertera secara detail siapa saja pemainnya, berapa episodenya, atau bagaimana ratingnya. Tapi, saya mencantumkan link bagi teman-teman yang membutuhkannya. Nah sekarang kita bisa mulai perihal 5 drakor bergenre psikologi – versi Fasya, jeng jeng jeng :

1. Its’s Okay That’s Love (2014)

It's_Okay,_That's_Love-p3

Saya gak bosen untuk menjadikan drakor ini pilihan untuk teman-teman yang suka nanya drakor yang bagus apaan. Secara keseluruhan, saya suka drakor ini karena menerangkan bahwa gangguan psikis ini bisa menyerang siapa saja. Tak terkecuali, kita pun. Atau orang-orang di sekitar kita.

Di drama kmoedi romantis ini, diperlihatkan beberapa gangguan psikis, yaitu genophobia (perasaan takut untuk berhubungan seks), tourette (mengeluarkan ucapan atau gerakan yang spontan tanpa bisa mengontrolnya), OCD –Β obsessive compulsive disorder (kelainan psikologis yang menyebabkan seseorang memiliki pikiran obsesif dan perilaku yang bersifat kompulsif), dan schizophrenia (gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir biasanya ada halusinasi sehingga ada keyakinan/pikiran yang tidak sesuai dengan dunia nyata).

Tapi menariknya, drama ini dikemas dengan memperlihatkan pasangan yang saling menyembuhkan dan saling menguatkan walau mempunyai gangguan psikis. Btw, fesyen dua pemeran utamanya BAGUS BAGUS! WOY AH BIKIN SALAH FOKUS! *kesel sendiri* hahaha.

Sumber gambar dan info lengkap drama ini bisa cek di asianwiki.

2. Hyde, Jekyll, Me (2015)

Hyde_Jekyll,_Me-p2

Drakor ini adaptasi dari webtoon yang kurang lebih judulnya sama. Sebenernya saya lupa-lupa inget sama jalan cerita drama ini, tapi yang jelas, gangguan psikis yang hadir di drama ini adalah DID – Dissociative Identity Disorder (lebih dikenal dengan kepribadian ganda).

Di drama ini diceritakan bahwa pemeran utama memiliki dua kepribadian yang sangat berbeda, tapi yang lucunya adalah “mereka” mampu berkomunikasi di sebuah ruangan audio eh video juga (eh apasih namanya tauk ah) hahaha.

Jadi, sesekali tipe kepribadian A masuk ke ruangan tersebut untuk berbicara pada si tipe kepribadian B. Lalu sesekali juga si B melakukan hal yang sama. Jadi, si A dan si B bisa mengetahui apa yang dilakukan mereka, karena biasanya setelah bangun tidur mereka lupa apa yang telah terjadi. Bukan lupa, tapi jadi berubah kepribadiannya. Pas tidur A, pas bangun jadi B. Gitu.

Karena gak doyan baca sinopsis, saya gak ngeh kalau ini tentang kepribadian ganda. Tadinya mau udahan nonton di episode berapa gitu ya, lupa. Tapi akhirnya dilanjut karena udah mulai ngeh hahaha. Alur drama ini cukup santai, gak terlalu menggebu-gebu tapi tetep bikin penasaran.

Sumber gambar dan info lengkap drama ini bisa cek di asianwiki.

3. Dr. Frost (2014)

Dr._Frost-p1

Ini drama korea yang dipaksa nonton sama senior saya, katanya “tonton gih, mikir banget, psikologi forensik gitu” atau gak “sebagai anak psikologi wajib banget nonton ini!”. Awalnya saya ogah nonton karena alasan yang gak banget, yaitu rambut pemeran utamanya berwarna putih! Cuma karena itu. HAHAHA.

Deuh, jangankan drakor ini. Pernah juga nemu drakor yang pemeran utama ceweknya rambutnya panjang keriting gak jelas, saya gak jadi nonton dong wkkk. Gaktau kenapa, keganggu aja. Sama hal nya saya gak suka nonton drakor yang kolosal atau kerajaan dan semacamnya karena gak suka liat fesyen nya, bajunya itu mulu. Ya ampon maapin ya suhu suhu yang doyan drakor, namanya juga selera hahaha.

Walau alasannya gak penting dan receh, yasudah toh pada akhirnya saya nonton Dr. Frost koook~

Dr. Frost memang bener bikin nonton sambil mikir, drama bergenre psikologi dan ada unsur thriller ini menceritakan seorang profesor muda yang super jenius. Saking jeniusnya, saya tiap nonton mikir kalau di dunia ini ada gak manusia yang begini hahaha. Entah sih ya, kalau emang bener ada orang jenius macem begini, warbiyasaaaah!

Tapi walau profesor muda ini jenius dan membantu banyak kasus, ia sulit mengenal jenis emosi, bahkan ia dikenal sebagai orang yang dingin tanpa emosi. Secara umum emosi sendiri ada senang, sedih, marah, kecewa, dll. Nah, si doi gak ada nih emosi begitu, jadi lempeng aja gitu. Penasaran kan? Nonton! πŸ˜›

Sumber gambar dan info lengkap drama ini bisa cek di asianwiki.

4. Dear My Friends (2016)

Dear_My_Friends-p2

Saya gak tahu kenapa drama ini gak tergolong genre psikologi di artikel-artikel yang bertebaran di google. Mungkin orang menganggap psikologi cuma perihal gangguan psikis aja, padahal kan belum tentu. Begitu hal nya dengan drama Dear My Friends ini yang ceritanya berbeda dari yang lain. Seriously!

Drama ini menceritakan sekumpulan kakek-nenek di kehidupan mereka yang segera berakhir dan kematian bisa kapan saja menjemput mereka. Didalamnya, terdapat pertemanan yang seru hingga reuni yang selalu rutin diadakan, perdebatan karena cerita masa lalu, bahkan menceritakan perihal kesepian, kesendirian, dan kerinduannya kepada anak-cucunya. Gak cuma menceritakan sekumpulan kakek-nenek, ada juga anak-anak mereka yang diceritakan disini. Bahkan saya sempet sedih nonton ini karena ngerasa drama nya dekat dengan realita. Oke, lebih tepatnya sih saya mewek πŸ˜₯

Anyway ya, anyway.. saya baca dari artikel sebelah katanya drama ini sempat mendapat penghargaan ngalahin drama Goblin. WE O WE. WOW!

Sumber gambar dan info lengkap drama ini bisa cek di asianwiki.

5. Perfect Wife (2017)

Ms._Perfect-p1

Drama ini baru selesai beberapa bulan kemarin. Sejauh ini, artikel tentang drama ini masih susah ditemuin. Begitupun teman-teman yang nonton kayanya pada gak tertarik. Tapi entah kenapa, saya tertarik dan memasukkannya ke genre psikologi. Diantara beberapa temen, baru seorang doang yang ngikutin drama ini, dia adalah senior saya yang nyaranin nonton Dr. Frost diatas hahaha.

Drama ini menceritakan tentang kehidupan rumah tangga yang hancur karena seorang psikopat. Kehancurannya ini memperlihatkan sebab-akibat dari masa lalu, selain itu menceritakannya juga kekuatan seorang ibu yang harus rela tetap “hidup” di depan anak-anaknya walaupun ditempa masalah yang banyak, termasuk masalah rumah tangga. Dari awal, drama ini cukup menyita perhatian saya karena teka-teki yang super banyak! Semacam genre thriller juga dan genre itu favorit saya (gak ada yang nanya).

Walau ending drama ini mengecewakan karena terkesan dicepet-cepetin, tapi secara keseluruhan saya suka karena teka teki nya semakin rumit dan terkesan “gila”. Selain cerita yang menarik, efek suara dan efek cahaya di drama ini pun sangat mendukung, jadi pas nonton ada tegang nya juga hahaha.

Sumber gambar dan info lengkap drama ini bisa cek di asianwiki.

——————————–

Sekian, lima drama korea bergenre psikologi versi Fasya – si anak bawang dalam dunia per-dra-kor-an. Barangkali ada temen-temen yang butuh genre ini silahkan ditonton, tinggal cari web streaming drama koreanya aja. Atau kalau temen-temen punya list lain yang sekiranya masuk ke genre psikologi, boleh tulis dikolom komen ya!

Eh bentar, bisikin dong lagi pada nonton drakor paan? Kasih tau kalik biar ngabuburitnya bisa ada tontonan juga hahaha. Oiya, jangan nonton drakor karena ngeliat rating, percayalah selera kamu dan semua manusia dimuka bumi ini belum tentu sama πŸ™‚

Advertisements

39 thoughts on “5 Drama Korea Genre Psikologi

  1. Terakhir, yang paling memuaskan jiwa cuma defendant, kakaquh. Belum nemu lagi yang bagus, sepertinya orang2 yang buat di sana sudah pada jenuh dengan pilihan ceritanya. H e h e, saya cuma pemirsa saliwat doang, maapin saya kaka2quh. Ke-Maha benaran hanya milik Gusti Alloh semata.

  2. Drama korea yg baru2 main skrg emang rata2 endingnya biasa aja, yg perfect wife itu beneran maksa banget endingnya.
    Kalo drakor yg ada tema2 psikologi yg seru coba tonton kill me, heal me sama hello monster/remember me udah film lama sih tapi seru kok, sountracknya seru. Banyak jg yg lain tp kok aq lupa judulnya apa2 aja.

  3. IT’S OKAY THAT’S LOVE KEREN GILA, AKU GAK BOSEN-BOSENNYA NONTON. AAAAAAAAKKKKKKK~

    Kalau Dr. Frost belum pernah lihat drakornya sih. Tapi langgangan webtoon. Keren banget. Masak sih ada manusia kayak gitu? Wah~

    1. Seru yaaak! Ku juga sukak!

      Wah sama kaya temenku, dia doyan webtoon dan dia tau dr frost dari situ hahaha. Cobain nonton biar gak kepooo, cuma 10 eps πŸ‘Œ

  4. Aku baru nonton It’s Okay That’s Love doang hahaha itu pun kamu yang nyuruh yaa dan emang seruuu! Anyway, aku udah kelewat banyaaaaak banget Drakor kayaknya beberapa bulan terakhir ini. Please tolong, apa yang harus ku tonton duluan? (Padahal list Drakor dari kamupun belum semua ketonton~) πŸ˜‚πŸ˜‚

  5. Ngeliat rating apaan Goblin aja gak gue tonton Fas wkwkwk. Gatau nih termasuk genre psikologi jg atau bukan, tp gue baru separuh jalan nonton drakor Good Doctor. Ceritanya tentang dokter bedah anak yg jeniuuuss bgt but turns out dia mantan penderita autisme.

    Kayaknya gue bakalan nonton yg #3 dan #5 deh Fas, demen drama yg pake mikir HAHAHA *songong*

    1. Hahaha bagus Ge, aku juga gak suka liat rating. Goblin aja nontonnya telat terus aku B aja (yaa selera sik ya). Oiyaaa aku pernah baca katanya good doctor ada genre psikologinya juga, cuma emang aku beloman nonton sih hehehe.

      Tonton deeeh no 3 banyak kasus pembunuhan, no 5 emang ceweknya agak-agak pokoknya hahaha.

  6. Wah mbak fasya suka drakor juga ternyata wkwkw… saya belum berani nonton drakor. Takut ketagihan. Lagian malas duluan nonton beberapa episode. Padahal penasaran juga pingin nonton soalnya banyak yg membicarakan hiks….

    1. Suka mas, udah beberapa bulan. Tapi nontonnya dicepet2in sih dan abis nonton kadang lupa sama ceritanya, nulis ini aja mesti review lagi hahaha. Mas shiqa cocoknya nonton movie aja yang sejam duajam selesai, jangan drakor soalnya lama πŸ˜€

  7. It’s okay it’s love aku suka banget mba. Dikemas sederhana tapi dalam, interaksi dan chemistrynya asik banget, ga lebay, dan fashionnya emang kece kece banget. Masih favorit~

    Mba Fasya kudu baca Dr. Frost di line webtoon, asli keren banget (tp aku baca versi inggris, gatau indonesianya). Authornya jurusan psikologi juga. Tp aku rada kecewa sama dramanya, engga dapat feel sm main leadnya.

    2 drama trakhir blm nonton, nanti ku coba cek, thankyou~~~

    1. Ketje yakan, ku juga sukaaak! Waaah banyak penggemar webtoon ya, aku jadi penasaran. Boleeeh silahkan nonton, no 4 dramanya santai dan no 5 dramanya gak santai bikin kesel tiap nonton wkk

  8. Kalo km gaul sama adikku yg cewe pasti bakal dijejali yg lebih banyak macemnya deh. Tiap minggu donlot terus dia. Hardisk isinya full korea. Dan kalo aku baca tulisanmu ini kayaknya pernah juga denger judul salah satunya. Aku suka nonton korea cuma liat pakean sama pernak-perniknya yg fesyenebel bikin sebel.

    1. Walaaah hahaha aku sih cukup nonton streaming aja dan itupun nontonnya dicepet2in. Nah yakan baju2 di drama nya emang bikin sebel, bikin mupeng πŸ˜›

  9. meskipun sudah senior di dunia per-drakor-an (wakakakakaka pede gilak ngaku2 senior) aing belum nonton perfect wife, dan my dear friend cuma sampe episode 8. hehehehe

    FYI, penulis skenario it’s okay that’s love sama my dear friend sama looohh…

    oh yaaahh…. coba tonton I remember you deh… ttg psikopat, pasti yu suka, eh tapi gak tau juga sih wkkk, ceritanya ttg Empati dari sudut pandang seorang psikopat. Nah looh!! masak psikolat punya rasa empti??? penasaran kan?? makanya nonton!

    ini komen atau apaan sih??? XD

    1. SUHU! *salim*

      Ih iyes, ku juga baca artikel yang bilang penulis skenario it’s okay sama dear my friends sama, makanya pemerannya cowonya itu itu lagi. Terus si penulisnya, nulis drakor that winter blablabla juga, pemain cowonya itu lagi pula -___- ada apakah gerangan suhu? Mohon penjelasannya dong.

      Waaaa bisaan euy mempengaruhinya hahaha oke deh aku masukin list ya drakor pilihanmu itu. Btw ya btw, adakah minggu depan kamu sekiranya mampir ke Jogja? Atau tetep di Malang? Ini nanya aja siiiih πŸ˜›

      1. Begini anakku (wakkakaka), mungkin bulek penulis skenario sudah sreg dg ekting aktor yg itu2 aja… Biasanya memang penulis skenario lebih tau artes mana yg lebih pas memerankan drama yg dituliskan.
        Selama puasa aing tak bisa kemana-mana, kakak. Jadi sepertinya saya tetep di Malang.
        Yu, mau ke jogja kah minggu depan?

      2. *ngangguk ngangguk menatap nanar suhu*

        Hooh nih mo ke Jokeja, inginnya ke Malang jugak biar ketemu kamoh huhu tapi kok Jokeja – Malang gak bisa di tempuh 15 menit aja sik HAHAHA

      3. yaaaa kalo jogja-malang 15 menit dan mal;ang-bandung cuma 1 jam, tiap hari aku main ke rumah mu. hahahahahaha

        kalo ketemu si Febri titip salam yah… bilang Salam kiss kiss dari ahjumma… wakakakaka XD

  10. Wah wah, teh Fasya, tahu banget tentang film-film draka korea. Aku sendiri kurang terlalu update tentang film, jangankan koren, drama indo aja tertinggal..hehe

    Meskipun tak begitu suka dengan drama korea, tak ada salahnya coba salah satu yang disarankan teh Fasya ya, siapa tahu aja bisa menghibur, menyelingi rutinitas yang ada.

    Oh, ya, Teh. Jadi ke Jogja, katanya mau berburu takjil untuk berbukanya..hehe

    1. Hehehe iya tau cuma sekedar nonton aja sik, gak sampe ngefans banget dan gak hafal pemain2nya. Sok boleh dicoba tonton barangkali sukak, kalau gak sukak ya gakpapa hahaha.

      Aku jadi ke Jogja minggu laluuuu, ini baru banget pulang πŸ˜€ gak jadi berburu takjil ke mesjid, ya ampon maloooo masa aku, udah masuk keluar lagi hahahahahahaha

  11. hi..salam kenal ya..udah nonton kill me heal me? tentang DID juga sih cuma kepribadiannya lebih banyak..hahha..
    trus beautiful mind..eh tapi..ini kategori psikologi bukan ya..hehe

    1. Hallo mba salam kenal juga πŸ™‚

      Belum nontooon, iya baca sinopsisnya katanya kepribadiannya lebih banyak ya. Waa beautiful mind kayanya pernah denger deh, kalau gak salah genre psikologi juga hihi nanti aku kepoin lagi di google πŸ˜€ makasih ya mba rekomennya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s