Hari-Hari Fasya

@30haribercerita dan #menuliskantemanmenuliskankenangan

Hallo 2018. Hallo teman-teman blog yang sudah dipastikan gak ada yang kangen saya. Yaelah sedikit aja kangen napa dah. Nyariin kek gitu. Hahahahaha tapi yauda kalau gak ada.

Di tahun 2018, ini adalah kali pertama saya buka blog dan mengisinya. Bahkan tadi, ada komen Desember 2017 tapi saya bales Februari 2018. Astagah maafkan saya yang sungguh sopan ini *senyum*. Anyway, kenapa selama Januari Β kemarin saya gak buka blog?

Jawaban saya selalu sama dari dulu. Kalau saya gak ngeblog, berarti saya sibuk. Gaya bener emang. Perihal sibuk ini, berarti, banyak hal yang harus saya dahulukan untuk diselesaikan – dan blog berada di nomer sekian – yang bisa saya selesaikan nanti. Begitu. Nah selain itu, selama Januari, saya sedang mengerjakan challenge menulis di instagram. Sama seperti tahun lalu, saya mengikuti event dari @30haribercerita – yang dimana saya harus menulis dari tanggal 1 sampai 30 selama Januari di instagram. Tulisan bebas, namun sesekali ada tema.

30 hari bercerita

Nah, setelah tuntas melaksanakan ibadah menulis selama Januari, saya pun kecipratan ide dari Aga Ridwan. Siapa dia?

Aga adalah teman blog yang mengenalkan saya dengan @30haribercerita pada tahun 2016. Lalu, dari Aga juga sebuah ide tercetuskan. Sesuai apa yang dia posting di halaman instagramnya @aga_ridwan.

Aga memiliki ide tentang #menuliskantemanmenuliskankenangan. Whaaa saya langsung nyimak dan mencerna dengan baik supaya saya bisa ikutan.

#menulisantemanmenuliskankenangan adalah project menulis di instagram untuk siapa saja, semua berawal saat Aga dengerin lagu Tulus berjudul Tukar Jiwa. Dimana ada lirik “coba sehari saja, sehari saja kau jadi diriku”. Dari sana, Aga mewujudkannya menjadi sebuah tulisan yang bisa dibagikan dan dibaca oleh siapapun.

Kemudian, saya tertarik dan mewujudkannya juga di halaman instagram saya. Saya mengemas dengan memulai mewawancari beberapa teman, caranya saya memberi satu pertanyaan saja, dan dia bebas menceritakan serta mendeskripsikan apapun yang mau dia bagikan. Hal apa saja. Saya tidak menuntut apapun. Saya membebaskan, dikarenakan saya mau memancing apa yang mau disampaikan orang lain – untuk orang lain – yang nanti membacanya. Tentu, saya juga meminta izin untuk merangkum cerita mereka dan menanyakan apakah nama mereka harus saya cantumkan atau tidak. Intinya, saya mengikuti, apa yang mereka mau.

Buat apa #menuliskantemanmenuliskankenangan?

Sama seperti alasan saya menulis. Saya butuh. Saya tidak tahu, lupa akan datang kapan. Saya tidak tahu, saya akan bertemu teman-teman saya lagi kapan. Bisa saja saya atau mereka diambil Tuhan duluan. Dan, selagi hidup dan selagi mau, saya ingin mengingat apa yang mereka sampaikan, setidaknya satu hal – dalam bentuk tulisan.

Semoga, apa yang diceritakan jadi hal yang menyenangkan. Buat pemilik cerita, penulis cerita, ataupun pembacanya. Karena kita tahu dari sekian banyak teman dan cerita yang dimiliki seseorang, pasti ada banyak cerita kebaikan disitu, pasti ada yang layak buat dibagikan.

Anyway,

#menuliskantemanmenuliskankenangan ini bukan challenge seperti @30haribercerita. Saya juga menuliskan kapan-kapan saja, tidak harus setiap hari, setiap minggu, atau sebulan sekali. Bebas, tanpa aturan. Kamu suka dan mau ikutan, silahkan. Kamu suka dan mau membaca, silahkan. Kamu suka tapi gak mau follow, silahkan juga. Pokoknya yang penting semua harus senang!

Terima kasih dan mari search #menuliskantemanmenuliskankenangan di instagram! ❀

Advertisements

31 thoughts on “@30haribercerita dan #menuliskantemanmenuliskankenangan

  1. Wah asik nih,
    tapi aku masih dilanda in-konsisten,
    walaupun aku sudah berusaha untuk 1 post per minggu..
    semangat fasya, moga bisa menuliskannya dengan konsisten, kalau bisa setiap hari yah? #Chellenge πŸ™‚

      1. Hehe, aku udah tulis diatas, ini bukan challenge. Tapi kalau mas nya mau nulis setiap hari untuk challenge, silahkan. Atau, tidak ingin menulis karena in-konsisten, pun, silahkan πŸ™‚ Lagian kalau aku nulis setiap hari di instagram pun, mas nya kan gak akan tau hahaha #menjawab

  2. Duh… pasti belakangan sibuq yak menuntaskan komentar menumpuk. Itu tanda kangennya lho ehehe
    Naisss. pasti seru kalau kelak kita membaca tulisan seperti yang di challenge itu lagi. Selamat menunaikan ibadahnya!

  3. Wah, saya malah kebalikannya. Januari kemarin 30 hari nggak buka Instagram. Ehehe. Sebagai gantinya, saya tiap hari menantang diri untuk bikin puisi. Atau kalau ditotalin sebulan mesti jadi 30. Puisi-puisinya cukup di notes aja, sih. Palingan saya setor ke seseorang di WhatsApp buat nilai mana yang dia suka atau anggap bagus. Ya, sekalian buat belajar gitu jadinya. Dari semua sajak yang tercipta, pastilah ada yang bisa disebut bagus atau mendingan. Tantangan macam itu bisa menghilangkan malas dan sifat suka menunda-nunda. Hehe~ πŸ˜€

    Kalau ceritain temen, udah sempat lihat infonya di IG-mu kemarinan. Cuma belum kelar juga karena mendadak sedih sendiri pas ngenangnya. :’)

    1. Cie setor ke seseorang. Setor ke khalayak ramai dong biar bisa pada baca juga hahaha. Yah jangan sedih kalau mengenang teman, ya kecuali kalau ceritanya beneran bikin sedih sih ya hehehe. Aku sih ini belum nemu cerita yang sedih banget gitu, paling yang menyentuh (beda kan ya wkwk)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s